Pemkab Bekasi Percepat Normalisasi Irigasi Pebayuran untuk Cegah Ancaman Gagal Panen

Rabu, 07 Okt 2026, 00:15 WIB

Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, fokus menangani persoalan pasokan air irigasi bagi lahan pertanian di Kecamatan Pebayuran melalui normalisasi saluran sekunder untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan penanganan dilakukan secara menyeluruh agar pasokan air dapat menjangkau seluruh lahan persawahan.

Ket. Foto: Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengikuti kerja bakti pembersihan saluran irigasi di titik BKG 26 Desa Sumbereja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (6/10). — Sumber: Antara

"Penanganannya melalui pendekatan menyeluruh jadi normalisasi jaringan irigasi tidak boleh dilakukan secara parsial demi menjamin pasokan air sampai ke ujung lahan persawahan," kata Asep di Kabupaten Bekasi, Selasa (6/10).

Ia menjelaskan penanganan difokuskan pada saluran sekunder Bendung Kedung Gede (BKG) sepanjang 16 kilometer yang membentang dari titik BKG 22-38. Saluran tersebut menjadi salah satu jaringan penting dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian di wilayah Pebayuran.

Menurut Asep, pembersihan saluran pada satu titik tidak akan efektif apabila bagian lain dari jaringan yang sama masih mengalami pendangkalan atau sumbatan. Karena itu, pemerintah daerah menerjunkan tim untuk memetakan tingkat sedimentasi guna menentukan metode penanganan sesuai kondisi lapangan.

Normalisasi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif. Saluran yang mengalami pendangkalan ringan dibersihkan secara manual dengan melibatkan warga dan petani melalui gotong royong. Sementara titik dengan sedimentasi berat ditangani menggunakan alat berat untuk mengembalikan kapasitas saluran.

Penanganan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perum Jasa Tirta, Balai Besar Wilayah Sungai hingga dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk bersama PT Jababeka Infrastruktur.

"Sinergi multi sektor ini diharapkan menjadi model percontohan dalam menyelesaikan masalah strategis daerah," katanya.

Asep menegaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian harus dilakukan secara preventif, bukan menunggu kekeringan berdampak terhadap lahan pertanian.

Pemkab Bekasi berkomitmen menjaga stabilitas sektor pertanian agar petani terhindar dari risiko kerugian akibat gangguan pasokan air.

"Petani Kabupaten Bekasi harus makmur, jangan sampai gagal panen," kata dia.

  • Kabupaten Bekasi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.