Bupati Banyuwangi Harap Pelestarian Tradisi Jangan Sampai Batasi Kreativitas
Minggu, 25 Okt 2026, 12:50 WIBBANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap pelestarian tradisi dan budaya, salah satunya agenda Gandrung Sewu jangan sampai membatasi kreativitas dalam penyajiannya.
Pergelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026 yang digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Jatim pada Sabtu (24/10) malam berlangsung megah, kekuatan seni tradisi dengan glow in the dark dipadukan dengan pertunjukan teknologi modern yang memberikan pengalaman baru bagi para penonton.
"Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya, di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi, dan ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda, karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai dan diberi ruang untuk berkembang," kata Ipuk Fiestiandani, Minggu (25/10).
Dia menyampaikan bahwa konsep baru Gandrung Sewu menjadi pendekatan tersendiri untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Ipuk mengapresiasi InJourney yang mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini, serta kepada para penari, pelatih, seniman, budayawan dan semua pihak yang terlibat.
"Terima kasih atas dukungan InJourney yang telah mendukung Banyuwangi, sehingga Gandrung Sewu 2026 bisa tampil dengan berbeda," tutur dia.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono menilai kekayaan budaya Banyuwangi memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada masyarakat nasional maupun internasional.
"Lewat kolaborasi agenda ini, kami ingin menarasikan Banyuwangi ini di mata Indonesia dan dunia, saya rasa pertunjukan malam ini luar biasa," katanya.
Sekitar 1.300 orang penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia tampil dalam pergelaran bertema Kembang Dermo itu.
Gerakan tari yang dinamis, musik tradisi, kostum berpendar, serta tata cahaya yang dirancang khusus, menghadirkan pengalaman visual dan suasana teatrikal yang megah, memikat puluhan ribu penonton yang memadati kawasan Pantai Marina Boom.
Konsep glow in the dark juga membuat daya tarik tersendiri, omprog atau mahkota gandrung, selendang, serta kipas penari dirancang menggunakan bahan yang memantulkan cahaya. Body painting berbahan fosfor pada tubuh dan busana turut memperkuat kesan berpendar ketika para penari bergerak di bawah sorotan lampu.
Suasana pertunjukan Gandrung Sewu semakin meriah ketika formasi drone fireworks menghiasi langit Pantai Marina Boom, dan ratusan titik cahaya bergerak membentuk visual yang menggambarkan gandrung, Gunung Ijen dan berbagai simbol yang merepresentasikan Banyuwangi.
Perubahan konsep pergelaran Gandrung Sewu yang memasuki tahun ke-14 ini, menunjukkan tradisi dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan warisan identitasnya.
Dalam rangkaian pertunjukan dibuka dengan teatrikal Meras Gandrung, yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan penari gandrung profesional.
- Bupati Banyuwangi
- Pelestarian Tradisi
- Jangan Batasi Kreativitas
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Calon Ketua Ikatan Alumni ITB Tawakan Program #CuanUntukNegeri dan Sinergi Alumni Lintas Generasi
-
TNI Hadir di Tengah Aksi Massa, Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan dan Kebersamaan
-
Bupati Banyuwangi: Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi Bagian untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
-
Patroli Gabungan Damai Cartenz dan Yonif 527 Jaga Keamanan Puncak Jaya
-
Dewa United Terpuruk Lagi, PSIM Yogyakarta Menang Lewat Dua Gol Nermin Haljeta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.