Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Dunia Soroti Lahan Basah Kalsel, INTAN-HANDIL 2026 Jadi Panggung Global

📅 Rabu, 07 Okt 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Dunia Soroti Lahan Basah Kalsel, INTAN-HANDIL 2026 Jadi Panggung Global Doc: ANTARA/Firman.
Ket. Salah satu pembicara pleno saat sesi diskusi di konferensi internasional bertajuk INTAN-HANDIL 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

BANJARBARU – Sejumlah pakar dunia membahas pertanian lahan basah di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam gelaran konferensi internasional bertajuk INTAN-HANDIL 2026 gelaran Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

"Masukan dan pemikiran dari para pakar baik dalam dan luar negeri ini sangat berarti bagi pengembangan pertanian lahan basah yang menjadi identitas Kalsel," kata Rektor ULM Dr Iwan Aflanie di Banjarbaru, Rabu (6/10).

Iwan pun menyebut kolaborasi dua fakultas di ULM itu pun sudah sangat tepat dimana keilmuan dari masing-masing bidang telah merespons berbagai tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah tropis, khususnya pada ekosistem lahan basah.

"Fakultas Pertanian memberikan sumbangsih keilmuan untuk peningkatan produktivitas dan kualitas pangan, sementara Fakultas Teknik berkaitan pembangunan infrastrukturnya," jelas Iwan.

Rektor berharap dari konferensi internasional ini para pakar dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan pembangunan pertanian khususnya di lahan basah.

"Bidang lahan basah menjadi jati diri keilmuan ULM sekaligus khazanah Kalsel sebagai urat nadi kehidupan masyarakat, sehingga ini perlu terus kita jaga dan dorong agar dapat menopang kesejahteraan tanpa mengesampingkan kearifan lokal," tambahnya.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian ULM Prof Akhmad Rizalli Saidy menyampaikan perubahan iklim global, degradasi lingkungan, serta kebutuhan akan pengembangan inovasi teknologi yang selaras dengan kearifan lokal menuntut adanya kolaborasi yang kuat antara akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, dan masyarakat dalam merumuskan solusi yang berkelanjutan.

Maka dari itu, "The International Joint Conference of INTAN (International Conference on Tropical Agriculture Sustainable Innovation) and HANDIL (International Conference on Hydrodynamics, Agricultural Networks, Drainage Innovations for Lowland Infrastructure Sustainability) 2026" hadir sebagai sebuah platform global yang inklusif.

Adapun tema yang diangkat pada penyelenggaraan perdana INTAN dan HANDIL 2026 adalah “Advancing Sustainable Wetland Agriculture and Lowland Infrastructure through Innovation, Hydrodynamic Engineering, and Global Collaboration”.

Tema ini mencerminkan komitmen untuk mendorong pengembangan pertanian lahan basah dan infrastruktur dataran rendah yang berkelanjutan melalui penerapan inovasi, rekayasa hidrodinamika, serta kolaborasi global.

Dia menyebut INTAN-HANDIL menjadi forum strategis untuk membahas berbagai pendekatan dan teknologi dalam pengelolaan lahan basah, termasuk optimalisasi sistem tata air, pengembangan infrastruktur pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan ketahanan ekosistem dan masyarakat.

Melalui forum ini, pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan kawasan seperti Polder Alabio di HSU dapat menjadi pembelajaran dan referensi dalam pengembangan pengelolaan lahan basah yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan pada tingkat nasional maupun internasional.

"Sejumlah pakar yang hadir dari Belanda memang ahli masalah polder, dalam forum ini pemerintah daerah diberikan kesempatan berdiskusi langsung terkait pengembangan sistem tata air untuk pengembangan infrastruktur pertanian," tambahnya.

Adapun pembicara pleno yang hadir yakni Erik Reep (Stitching Kids in Dire StraitsThe Netherlands), Prof. FX. Suryadi (IHE Delft-Institute for Water EducationThe Netherlands), Prof. Fransisco Muñoz-Arriola (Department of Biological System Engineering University of Nebraska–Lincoln, USA), Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa, M.S. (Department of Soil Science and Land Resources IPB University, Indonesia, Dr. Yuichiro Mishima (Department of Civil Engineering and Architecture, Saga University) serta Dr. Rosanne de Vos (Plant Production Systems Group Wageningen University, The Netherlands).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Luar Negeri
Gubernur New York Tetapkan ...
Rona
Gerhana Matahari Total 2027...

Tangsel Perkuat Pemantauan Penyebaran Influenza A

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Tangsel Perkuat Pemantauan ...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.