Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Air Mengancam Ketahanan Nasional

📅 Rabu, 07 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Krisis Air Mengancam Ketahanan Nasional Doc: kj/m fachri
Ket. Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Air, Retno Marsudi

Tantangan sektor air kini bukan sekadar meningkatkan kesadaran, tetapi memastikan solusi diterapkan secara luas dan cepat.

Jakarta – Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Air, Retno Marsudi, menekankan isu keamanan air tidak lagi semata-mata merupakan persoalan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi persoalan keamanan ekonomi, ketahanan pangan, dan nasional.

"Air memengaruhi bagaimana perekonomian tumbuh, bagaimana kota-kota kita berfungsi, bagaimana kita memproduksi pangan, serta bagaimana masyarakat menghadapi perubahan iklim," kata Retno saat menyampaikan pidato kunci di Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut Retno, kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkotaan. Pada saat yang sama, perubahan iklim dan pencemaran semakin menambah tekanan terhadap sumber daya air.

Karena itu, tantangan sektor air bukan lagi sekadar meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya air, tetapi memastikan berbagai solusi dapat diterapkan dalam skala dan kecepatan yang dibutuhkan.

Mantan Menteri Luar Negeri RI itu menyerukan pergeseran pendekatan dari sekadar merespons krisis menuju pengelolaan air yang lebih bijaksana dan persiapan sebelum krisis terjadi. Ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan air dengan transportasi, energi, perumahan, dan layanan perkotaan agar kota lebih tangguh dan layak huni.

Retno mengatakan dunia sebenarnya telah memiliki banyak solusi, tetapi tantangannya adalah membawa solusi tersebut ke skala lebih besar.

"Artinya, kita perlu menjadikan sektor air sebagai prioritas investasi, mengembangkan proyek-proyek yang mampu menarik pembiayaan, serta memperkuat keterampilan, kelembagaan, dan inovasi yang dibutuhkan untuk mewujudkannya," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah dan sistem PBB tidak dapat bergerak sendiri sehingga diperlukan kemitraan yang kuat dan bertanggung jawab dengan sektor swasta.

"Tambahan pembiayaan saja tidak cukup. Kita membutuhkan kondisi tepat dan kapasitas memadai agar investasi dapat berjalan dan memberikan hasil," kata Retno.

Keberlanjutan Pertanian

Secara terpisah, Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar) Bali, I Nengah Muliarta, menilai pandangan Retno mengenai keamanan air sebagai fondasi keamanan nasional merupakan diagnosis geopolitik dan ekologis yang tepat.

Menurut Muliarta, persoalan air selama ini masih diperlakukan terlalu dangkal, padahal stabilitas pasokan air menentukan keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan.

"Selama berabad-abad peradaban memperlakukan air secara dangkal, padahal air adalah sumber kehidupan yang menopang seluruh metabolisme planet. Tanpa stabilitas pasokan air, tidak ada pertanian berkelanjutan, tanpa pertanian ketahanan pangan runtuh, dan ketika pangan runtuh, kedaulatan bangsa otomatis di ambang kehancuran," ujar Muliarta di Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
ASEAN

Pemimpin Myanmar akan Kunjungi Malaysia

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Pemimpin Myanmar akan Kunju...
Luar Negeri
Jepang Usir Kapal Survei Ti...

Blok M Terus Dibenahi Terutama Empat Bidang Berikut

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Blok M Terus Dibenahi Terut...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.