21.000 Prajurit TNI AL BKO ke Kodam Jaya

Kamis, 05 Nov 2026, 01:05 WIB

JAKARTA - Setelah penetapan mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan dua Irjen menjadi tersangka penyadapan Presiden, maka keamanan Jakarta diperkuat. TNI mengguyur Jakarta dengan hampir 21.000 pasukan TNI. Pengerahan pasukan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan instruksi Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Selanjutnya,

Untuk selanjutnya, ribuan tentara tersebut berada di bawah komando (BKO) Kodam Jaya. Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai, penguatan keamanan Jakarta melalui pengerahan prajurit TNI merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pramono menekankan, Pemerintah Provinsi Jakarta tetap mendukung keputusan pemerintah pusat dalam pengamanan dan pertahanan ibu kota.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Rabu (4/11). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

“Tentunya urusan yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan itu memang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Maka, Pemerintah Jakarta sifarnya hanya mendukung atau support, sepenuhnya pengamanan ibu kota,” kata Pramono dalam jumpa pers di Balai Kota, Rabu.

Pramono menyampaikan, sebagai ibu kota negara yang kini telah menjadi kota global, dia menyampaikan apresiasi atas upaya pengamanan Jakarta. Di sisi lain, Pramono menekankan secara prinsip tidak ingin dikaitkan dengan isu politik yang tengah berkembang belakangan. “Tetapi secara prinsip sebagai gubernur, saya tidak ingin masuk ke wilayah yang berkaitan dengan situasi politik yang berkembang akhir-akhir ini,” tandas Pramono.

Sebagai informasi, TNI Angkatan Laut (TNI AL) merencanakan untuk mengerahkan total 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi Jakarta. Pengerahan pasukan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan instruksi Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Langkah tersebut melibatkan unsur satuan di wilayah Jakarta maupun luar daerah, semua di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya. Pengerahan tahap pertama telah dimulai 2 November lalu dengan menerjunkan 2.100 personel dari satuan eksisting wilayah Jakarta. Pasukan tersebut meliputi unsur Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.

Selanjutnya, pengerahan tahap kedua dan ketiga menerjunkan 5.740 personel dari luar Jakarta pada tanggal 4 November. Pergeseran pasukan luar daerah tersebut memanfaatkan moda transportasi armada KRI serta jalur darat. Sementara itu, pada tahap keempat disiapkan sebanyak 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran wilayah Jakarta. Seluruh pasukan tahap akhir ini berada dalam status siaga penuh di markas satuan dan siap digerakkan sewaktu-waktu.

Tak Bergejolak

Sementara itu, menurut Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan situasi keamanan Jakarta masih seperti biasanya, tidak ada yang mengkhawatirkan. “Situasi keamanan Jakarta biasa saja, tidak terjadi gejolak yang mengkhawatirkan,” jelas Yusril Ihza Mahendra, di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Yusril Ihza Mahendra saat menggelar konferensi pers di sela-sela kunjungan kerja ke Aceh, di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. Ucapan ini merespons pertanyaan wartawan terkait adanya pengerahan skala besar prajurit TNI ke Jakarta dalam dua hari terakhir.

Yusril belum bisa menjawab detail terkait pengerahan prajurit TNI tersebut karena merupakan kewenangan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI. Tetapi secara umum, Yusril menyatakan situasi keamanan Jakarta berjalan seperti biasa, dan tidak ada yang mengkhawatirkan. “Apakah penambahan pasukan ini dalam rangka untuk meningkatkan kewaspadaan atau apa, nanti Pak Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang menjelaskan,” ujar Yusril.

  • pengamanan ibu kota

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.