Pencetakan Sawah Rakyat Manokwari Baru 400 Hektare, Target 1.300 Hektare Terkendala Penolakan Hak Ulayat

Selasa, 06 Okt 2026, 11:02 WIB

Manokwari - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mencatat realisasi program pencetakan sawah rakyat tahun 2026 baru mencapai sekitar 400 hektare dari target 1.300 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PTPHP Manokwari Sergion Raharwarin di Manokwari, Selasa (6/10), mengatakan pencapaian target tersebut terkendala sejumlah persoalan, salah satunya penolakan dari pemilik hak ulayat.

Ket. Foto: Pelaksana tugas Kepala Dinas PTPHP Kabupaten Manokwari Sergion Raharwarin memberikan keterangan terkait program cetak sawah rakyat saat ditemui awak media usai apel bersama di Kantor Bupati Manokwari, Papua Barat, Selasa (6/10). — Sumber: Antara

“Pemerintah daerah sudah berusaha maksimal menyosialisasikan kepada masyarakat adat, tapi penolakan masih ada. Itulah kendala terbesar yang kami hadapi,” ujar Sergion.

Untuk mempercepat pencetakan sawah, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak ketiga selaku pemenang tender agar segera menambah alat berat sehingga cakupan pembukaan lahan dapat diperluas.

Pencetakan sawah rakyat saat ini berfokus pada pertanian modern berbasis advanced agriculture system yang mengintegrasikan survei digital, mekanisasi skala besar, serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pembukaan dan pengelolaan lahan baku sawah.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak ketiga supaya mereka turunkan alat berat, sembari kami juga gencarkan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat adat,” katanya.

Sergion mengatakan pemerintah daerah menargetkan produksi padi mencapai 10 ton gabah kering giling (GKG) per hektare pada lahan sawah rakyat yang telah dikonstruksikan dan dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan, Pemkab Manokwari juga telah membentuk dua kelompok Brigade Pangan yang masing-masing beranggotakan sekitar 15 petani, dengan mayoritas merupakan generasi muda.

“Kami sudah bentuk dua kelompok Brigade Pangan yang disesuaikan dengan realisasi saat ini. Artinya, satu kelompok mengelola lahan seluas 200 hektare,” kata Sergion.

Menurut dia, lokasi pencetakan sawah rakyat yang tersebar di Distrik Prafi, Masni, dan Sidey dapat dioptimalkan sesuai target apabila mendapat dukungan masyarakat lokal dan percepatan mobilisasi peralatan pembukaan lahan.

Pemkab Manokwari juga sedang memperbarui sejumlah varietas benih unggulan yang akan disiapkan untuk penanaman di lokasi sawah baru agar produksi padi dapat semakin mendukung program swasembada pangan.

“Makanya kami terus komunikasi dengan pihak ketiga supaya perbanyak alat berat, karena buka lahan baru kalau tidak didukung dengan peralatan, prosesnya makan waktu lama,” ujarnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.