24 Kampung di Manokwari Sudah Miliki Akta Notaris Koperasi Merah Putih

Senin, 23 Jun 2025, 21:55 WIB

MANOKWARI – Sebanyak 24 kampung di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, telah resmi memiliki akta notaris Koperasi Merah Putih, sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pembentukan badan usaha milik kampung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Manokwari, Jeffry Sahuburua, Senin (23/6), menyatakan, total 164 kampung telah menyelesaikan musyawarah desa khusus sebagai tahapan awal pembentukan koperasi.

Ket. Foto: Kepala DPMK Manokwari Jeffry Sahuburua. — Sumber: ANTARA

“Dari jumlah tersebut, 24 kampung telah tuntas pada tahap penerbitan akta notaris. Sedangkan ada 25 kampung lain yang sedang berproses, namun masih dalam tahap melengkapi berkas administrasi,” ujar Jeffry.

Ia menjelaskan bahwa target penyelesaian pembuatan akta untuk seluruh kampung ditetapkan sebelum 5 Juli 2025, sesuai dengan arahan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Dana pembuatan akta koperasi dapat dialokasikan dari 3 persen dana desa, namun di Kabupaten Manokwari, pemerintah daerah juga mengambil peran aktif dengan membantu biaya pembuatan akta sebesar Rp2,5 juta per kampung.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembentukan koperasi Merah Putih di kampung-kampung,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut Kampung Aimasi di Distrik Aimasi sebagai kampung percontohan Koperasi Merah Putih di Manokwari. Kampung tersebut dipersiapkan menyambut kunjungan Menteri Desa pada 28 Juni 2025.

“Kunjungan menteri dijadwalkan turun ke Kampung Aimasi, melihat langsung kesiapan dan implementasi program koperasi Merah Putih di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, koperasi Merah Putih hadir untuk menggali potensi ekonomi kampung yang belum tersentuh BUMDes. Ia menekankan bahwa koperasi dan BUMDes tidak saling tumpang tindih, namun dapat berjalan saling melengkapi.

“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Potensi yang belum digarap oleh BUMDes bisa diambil oleh koperasi, sementara BUMDes tetap berjalan dengan unit usaha yang telah dibentuk,” kata Jeffry.

Ia berharap keberadaan koperasi Merah Putih akan menjadi instrumen penggerak ekonomi kampung yang berkelanjutan dan mampu memperkuat kemandirian desa di Manokwari.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.