Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi Jadi Senjata, Airlangga Ingin Industri RI Tumbuh Secepat Vietnam

📅 Selasa, 06 Okt 2026, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Digitalisasi Jadi Senjata, Airlangga Ingin Industri RI Tumbuh Secepat Vietnam Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi- Digitalisasi SPBU terus dikebut.

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, industri berbasis digitalisasi menjadi salah satu pendorong utama dari akselerasi pertumbuhan ekonomi negara seperti Vietnam.

Ia mencontohkan Vietnam yang mencatat pertumbuhan impresif sebesar 9,95 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal III tahun 2026.

“Dan kesempatan untuk naik dari rata-rata 5 persen, kalau kita mau mengejar Vietnam yang bisa mencapai 9 persen, maka kita harus lari juga ke digitalisasi, semikonduktor, AI. Jadi itu seluruhnya leverage yang Vietnam sudah lakukan lebih dulu dari Indonesia,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa (6/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan faktor pendorong lainnya dari pertumbuhan ekonomi Vietnam adalah perluasan dan pemanfaatan kawasan ekonomi khusus (KEK), yang disertai pula dengan kepastian usaha bagi investor.

“Indonesia punya special economic zone itu kira-kira 24.000 hektare. Vietnam punya special economic zone 2 juta hektare. Jadi dia lebih masif dari kita, lebih berani, dan sebetulnya dari segi kepastian usaha, mereka juga memberikan pelayanan yang baik kepada para investor,” ujar Airlangga.

Selain itu, ia mengatakan daya saing Vietnam juga semakin kuat dengan penandatanganan perjanjian-perjanjian dagang internasional yang lebih dulu dilakukan daripada Indonesia.

“Satu hal lainnya yang mereka mendahului kita adalah mereka sudah menandatangani kerja sama dengan Eropa lebih dulu dari kita, (EU$ CEPA. Kemudian dengan Amerika Serikat juga mereka mendapatkan treatment daripada tarif dan nontarif yang lebih baik dari Indonesia,” kata dia.

Meski demikian, Menko Airlangga mengatakan, Vietnam tidak memiliki permintaan domestik yang tinggi. Oleh karena itu, ekspor menjadi orientasi utama dari Vietnam dalam kinerja perekonomiannya.

“Jadi inilah yang mendorong Vietnam ekspornya lebih cepat dari kita, namun mereka tidak punya domestic market. Jadi mereka yang menanam investasi di Vietnam itu harus mendorong untuk menuju ekspor,” ujar dia.

Sementara itu, Airlangga mengatakan penguatan industri, seperti sektor hilirisasi dan pengolahan atau manufaktur, diharapkan menjadi motor penggerak utama dari perekonomian Indonesia.

“Saya memberikan catatan bahwa hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri. Dan berbagai manufaktur lain yang didorong adalah tentunya seperti sektor otomotif, sektor tekstil produk tekstil, sektor fast-moving consumer goods (FMCG), kemudian sektor strategis lain,” jelas Airlangga.

“Nah, itu juga banyak yang perlu kita dorong agar kontribusi industri terhadap GDP (produk domestik bruto) itu bisa lebih tinggi dari 20 persen,” ujarnya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
Megapolitan
Atasi Kebakaran Pabrik di T...
Advertisement
Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.