Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Tembus Ritel Modern, Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Pakai Barcode

29 Selasa, 06 Okt 2026, 13:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agar Tembus Ritel Modern, Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Pakai Barcode Agar Tembus Ritel Modern, Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Pakai Barcode Doc: ANTARA
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan pidato dalam pembukaan Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggunakan barcode atau kode batang pada produk-produknya guna mempermudah akses masuk ke jaringan ritel modern.

Budi mengatakan, penggunaan barcode menjadi salah satu bagian dari digitalisasi yang perlu diikuti pelaku UMKM agar produknya lebih mudah diterima dan dipasarkan melalui ritel modern.

"Kita terima kasih kepada GS1 Indonesia (penyedia kode batang) yang telah bekerja sama untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care," kata Budi saat membuka Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (06/10).

Menurut Budi, penggunaan barcode dapat mempermudah proses layanan, penyimpanan, hingga distribusi produk. Hal tersebut sekaligus menjadi salah satu standar yang perlu dipenuhi UMKM untuk dapat bersaing di pasar ritel modern.

Budi menekankan bahwa produk UMKM yang ingin masuk ke ritel modern tidak hanya harus memiliki barcode, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan memiliki daya saing.

"Kalau produk tidak punya daya saing, tidak bagus, ya tidak bisa masuk. Karena konsumen punya standar, ritel juga punya standar," ujar Budi.

Ia menyebut penggunaan barcode merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses UMKM terhadap pasar domestik.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan Indonesia memiliki jaringan ritel modern yang sangat luas. Jumlah minimarket di Indonesia, kata Budi, telah mencapai lebih dari 50.000 gerai.

"Kalau semua bisa diisi produk-produk lokal kan luar biasa. Kalau semua produk lokal bisa masuk pasar dalam negeri berarti ketergantungan terhadap impor juga semakin kecil karena semua sudah bisa diisi oleh produk-produk lokal," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemendag bekerja sama dengan GS1 Indonesia untuk memberikan sertifikasi barcode kepada produk UMKM. Program tersebut pada tahap awal menargetkan 50 perusahaan.

Budi berharap program serupa dapat terus diperluas sehingga semakin banyak produk UMKM yang memenuhi standar dan dapat masuk ke jaringan ritel modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Nasional
Generasi Muda Harus Diberi ...
Megapolitan
Sisa Kebakaran di Permukima...
Luar Negeri
Menhan Hegseth Ajukan Keran...

Flavio Bolsonaro Tinggalkan Brasil 

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Flavio Bolsonaro Tinggalkan...
Advertisement
Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.