Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
📅 Senin, 05 Okt 2026, 14:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohMenurut Ade, akuisisi maupun pengembangan korporasi harus menjadi instrumen untuk memperkuat pelayanan publik. Indikator keberhasilan PAM Jaya tetap harus dikaitkan dengan kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan layanan air bagi masyarakat Jakarta.
Ia menilai persoalan kebutuhan air untuk data center tidak hanya menyangkut satu proyek di Jatiluhur. Menurutnya, rencana tersebut dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyusun tata kelola pemanfaatan air yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan berbagai sektor.
"Air adalah kebutuhan dasar. Pemerintah harus memastikan keseimbangan air, sumber air, alokasi, dan mitigasinya," kata politikus PKS itu.
Ade meminta setiap rencana pemanfaatan air dalam skala besar memperhitungkan kebutuhan masyarakat, pertanian, industri, dan ekosistem secara bersamaan. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan investasi dan industri tidak menimbulkan persoalan baru terhadap ketahanan air di kemudian hari.
"Jangan sampai kita baru bereaksi ketika terjadi krisis. Ketahanan air harus dibangun dari sekarang," ujarnya.
Ade juga mendorong PAM Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta dan pihak terkait menyusun peta ketahanan air Jakarta dalam jangka panjang. Peta tersebut diperlukan untuk memetakan kebutuhan air Jakarta sekaligus mengidentifikasi potensi tekanan terhadap sumber air baku akibat berbagai aktivitas di wilayah hulu.
Selain itu, ia meminta adanya keterbukaan informasi mengenai kapasitas sumber air, kebutuhan air Jakarta, cadangan yang tersedia, serta skenario menghadapi musim kemarau ekstrem. Informasi tersebut dinilai penting sebagai dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait pemanfaatan sumber air dan mengantisipasi potensi krisis.
Menurut Ade, investasi dan perkembangan teknologi tetap penting bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta dan daerah sekitarnya. Namun, pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan sumber daya air serta kepentingan masyarakat yang membutuhkan akses air secara berkelanjutan.
"Pusat data silakan berkembang, teknologi AI juga tidak bisa kita hindari. Tetapi air untuk warga harus aman terlebih dahulu," tukas Ade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!