BPBL Batam Perluas Edukasi Pembudidaya Guna Dorong Produksi Lobster
📅 Senin, 05 Okt 2026, 15:20 WIB | Oleh: SujarBATAM -- Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memperluas edukasi dan pendampingan kepada pembudidaya lokal sebagai upaya mendorong produksi lobster masyarakat sekaligus memperluas adopsi teknologi budidaya.
Kepala BPBL Batam Ipong Adi Guna mengatakan pihaknya mendorong pembudidaya tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga legalitas usaha agar dapat mengakses program dan dukungan pengembangan budidaya lobster.
“Yang harus didorong yakni produksi lobster di masyarakat, dan kami melakukan berbagai upaya untuk mendukung, dari mengurus legalitas usaha, hingga bimtek (bimbingan teknis),” kata Ipong saat dihubungi di Batam, Senin.
Sejumlah upaya dilakukan BPBL Batam, di antaranya mendorong masyarakat pembudidaya mengurus legalitas usaha melalui perizinan berbasis risiko kepada pemerintah daerah, memberikan bimbingan teknis (bimtek) sesuai tahapan segmentasi budidaya lobster, serta memproduksi benih hasil budidaya untuk dimanfaatkan masyarakat.
BPBL Batam juga berkoordinasi dengan dinas perikanan di wilayah kerja yang meliputi Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat. Data pembudidaya kemudian diintegrasikan melalui dashboard Satu Data Klaster dan Sistem Informasi Lokasi dan Operasional Kelautan (Siloker).
“Yang sudah terdata dari tiga provinsi tersebut ada 46 pembudidaya lobster. Terkait izin lengkapnya di Siloker baru dua dan masih kita dorong terus agar semakin banyak pembudidaya memiliki izin yang lengkap,” ujarnya.
Menurut Ipong, dua pembudidaya yang tercatat lengkap di Siloker telah memenuhi perizinan dasar maupun perizinan pendukung usaha.
Sementara itu, BPBL Batam juga melakukan bimtek yang melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Dinas Perikanan Kota Batam, Badan Karantina Batam, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Batam, Pengawasan Sumber Daya Laut dan Perikanan (PSDKP) Batam, pengusaha dan pembudidaya serta penyuluh perikanan.
Dari sisi produksi, BPBL Batam juga telah melakukan panen lobster konsumsi pada September 2026 bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Ini merupakan kegiatan lanjutan, pertama dilakukan pada September tahun lalu. Di tahun ini lobster yang dipanen berukuran sekitar 180-200 gram dengan total 339 kilogram,” kata dia.
Hasil panen tersebut dibeli eksportir untuk dikirim ke Singapura, sementara sebagian lainnya diserap pasar lokal. Namun, tidak seluruh lobster dipanen karena sebagian masih dipelihara hingga tahun berikutnya.
Selain lobster konsumsi, BPBL Batam juga memproduksi benih untuk memenuhi kebutuhan pembudidaya.
“Sebanyak 2.654 ekor benih berukuran 10-50 gram disiapkan untuk dijual sebagai pemenuhan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Kami jual kepada pembudidaya yang perizinannya lengkap,” kata dia.
Ipong mengatakan fokus BPBL Batam yakni sebagai unit percontohan teknologi untuk memastikan teknologi budidaya dapat diterapkan dan diadopsi oleh masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!