Puluhan Hewan di Gunungkidul Terpapar Antraks, Ini Langkah Cepat Kementan
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 19:56 WIB | Oleh: Tim RedaksiMasyarakat yang memiliki riwayat paparan terhadap ternak maupun produk ternak telah mendapatkan penanganan dan pengobatan profilaksis dari petugas kesehatan. Sementara itu, sisa daging yang belum dimasak atau belum dikonsumsi telah dimusnahkan oleh Puskeswan Semanu sesuai prosedur.
Lapor cepat
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra mengingatkan masyarakat agar tidak menyembelih, mengolah, membagikan, ataupun mengonsumsi ternak yang sakit atau mati mendadak. Menurut dia, pelaporan yang cepat akan membantu petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih awal.
“Apabila ada ternak yang sakit atau mati mendadak, sebaiknya tidak disembelih atau dikonsumsi. Segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan agar dapat diperiksa dan ditangani sesuai prosedur,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan informasi sangat membantu upaya pengendalian di lapangan.
“Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap perlu waspada dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar setiap perkembangan dapat ditangani dengan baik,” kata Hendra.
Kementan juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas kesehatan hewan serta berkonsultasi terlebih dahulu apabila akan melakukan lalu lintas ternak dari wilayah yang sedang dalam pemantauan.
Pengawasan, vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, dan komunikasi kepada masyarakat akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!