Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pohon Tokyo Menyusut di Tengah Gelombang Panas Ekstrem, Warga Jepang Mulai Khawatir

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

London menargetkan peningkatan tutupan pohon sebesar 10 persen dari kondisi saat ini yang sekitar 20 persen pada 2050, sedangkan Paris juga berencana meningkatkan tutupan pohonnya dari sekitar 18 persen.

"Jika kita ingin meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan, tutupan kanopi merupakan salah satu faktor kunci," kata Shiraishi kepada AFP. Menurut dia, pohon juga dapat mengurangi risiko banjir dan membantu warga kota merasa lebih tenang.

Dia mengatakan penurunan tutupan pohon terutama dipicu oleh berkurangnya taman atau lahan hijau di kawasan permukiman pribadi. Pemilik lahan yang menua menjual properti mereka, sementara pohon-pohon yang sudah besar sering ditebang ketika lahan berukuran luas dipecah menjadi beberapa bagian untuk memenuhi kebutuhan perumahan di ibu kota.

Banyak jalan di Tokyo juga sempit dan memiliki sedikit ruang untuk penghijauan. Selain itu, pemerintah khawatir pohon tumbang ketika terjadi cuaca ekstrem.

Seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah kota "saat ini berupaya memperluas kanopi pohon melalui pemangkasan yang dilakukan secara hati-hati, dengan berfokus pada jalan-jalan yang memiliki trotoar cukup lebar dan ruang bagi pohon untuk tumbuh".

Tanpa pengelolaan yang tepat, pohon dapat mengganggu jarak pandang terhadap lampu lalu lintas dan berisiko tumbang saat topan, katanya. Ia menambahkan bahwa Tokyo menggunakan indikator untuk mengukur penghijauan yang juga mencakup lahan pertanian dan padang rumput di wilayah pinggiran kota.

Namun, pada hari yang panas dan cerah di pusat kota, hampir tidak ada keteduhan di sepanjang jalan yang menjadi lokasi kantor Kementerian Keuangan Jepang. Sebatang pohon plane berdiri hampir tanpa daun, dengan cabang-cabang bagian atas dipangkas hingga mendekati batang.

"Kecuali kita segera melakukan upaya untuk meningkatkan tutupan kanopi dan mengubah kebijakan kita, kita akan kehabisan waktu," kata Eijiro Fujii, profesor emeritus Universitas Chiba yang mengkhususkan diri dalam bidang hortikultura, sembari melihat sekelompok pohon yang dipangkas secara berlebihan di kawasan pusat Tokyo, Kasumigaseki.

Fujii menyalahkan pemangkasan berlebihan yang dilakukan untuk mengelola pohon di ruang terbatas, serta pergantian pejabat pemerintah yang sering menangani penghijauan jalan, sebagai faktor yang menyebabkan penurunan tutupan kanopi.

Di Nakano, Morimoto dan Nirasawa mengatakan wali kota distrik tersebut belakangan mulai menekankan pentingnya keteduhan dari pepohonan. Namun, pejabat lingkungan setempat sejauh ini belum menetapkan target tutupan kanopi.

"Kematian akibat sengatan panas meningkat pesat di Jepang," kata Fujii. "Kita perlu bertindak sebelum semuanya terlambat."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Komisi III DPR Berkunjung k...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.