Survei Segara: Fleksibilitas Jadi Alasan Utama Pekerja Memilih Ekonomi Gig
📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Haryo BronoDalam survei tersebut, sebanyak 88,1 persen responden menyebut fleksibilitas waktu sebagai keunggulan pekerjaan gig. Pada kelompok mitra ojek daring, angkanya mencapai 95 persen.
Survei juga menemukan bahwa 81,6 persen responden menjadikan pekerjaan gig sebagai sumber penghasilan utama. Sebanyak 32,4 persen menjalankan lebih dari satu pekerjaan gig, sedangkan 18,4 persen masih memiliki pekerjaan formal.
Selain fleksibilitas, pekerjaan berbasis platform juga menjadi alternatif bagi sebagian orang yang kesulitan memperoleh pekerjaan formal. Sebanyak 40,3 persen responden mengatakan mereka bergabung karena tidak mendapatkan pekerjaan formal. Pada kelompok pengemudi platform, proporsinya mencapai 73,8 persen.
Data survei itu juga menunjukkan 57,3 persen responden tidak pernah bekerja di sektor formal, sementara 22,1 persen pengemudi platform pernah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebanyak 23,3 persen mitra ojek daring berusia 45 tahun ke atas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Temuan tersebut menggambarkan bahwa tenaga kerja platform memiliki latar belakang dan kebutuhan yang beragam. Bagi sebagian responden, pekerjaan ini menjadi sumber pendapatan utama. Bagi yang lain, platform menyediakan alternatif ketika akses ke pasar kerja formal terbatas.
Namun, fleksibilitas tidak berarti pekerjaan gig bebas dari risiko ekonomi. Sebanyak 71,9 persen responden menyebut ketidakpastian pendapatan sebagai salah satu tantangan yang mereka hadapi.
Di antara mitra yang mengalami hambatan, 53,4 persen menyebut sepinya pesanan sebagai kendala utama, sedangkan keluhan terkait tarif tercatat 3,4 persen. Data tersebut mengindikasikan bahwa ketersediaan pekerjaan dan dinamika permintaan menjadi persoalan penting bagi keberlanjutan pendapatan mitra.
Survei yang sama memperkirakan 56,3 persen responden masuk kelompok aspiring middle class, yakni kelompok yang berada pada tahap menuju kelas menengah berdasarkan estimasi pengeluaran per kapita.
Bagi kelompok tersebut, keberlanjutan pendapatan, akses terhadap fasilitas pendukung, dan kemampuan mengelola risiko dapat berperan dalam menjaga kondisi ekonomi rumah tangga.
Meski memberikan gambaran tentang pengalaman responden, hasil survei tersebut berasal dari 506 pekerja gig di lima kota. Karena itu, temuan tersebut tidak serta-merta mewakili seluruh pekerja platform di Indonesia.
Mencari Bentuk Perlindungan yang Sesuai
Diskusi dalam seminar Segara Research Institute memperlihatkan adanya sejumlah kepentingan yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan ekonomi platform. Perlindungan sosial, keselamatan, transparansi, dan mekanisme pengaduan menjadi kebutuhan pekerja, sementara perusahaan dan investor memperhatikan kepastian aturan serta dampaknya terhadap model bisnis.
Di sisi lain, mitra pengemudi menekankan pentingnya mempertahankan fleksibilitas dan akses untuk memperoleh penghasilan. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat rancangan regulasi perlu mempertimbangkan karakter pekerjaan, pola kemitraan, serta variasi hubungan antara pekerja dan platform.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!