Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Survei Segara: Fleksibilitas Jadi Alasan Utama Pekerja Memilih Ekonomi Gig

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh:

Sumber yang sama mengutip estimasi Svara Institute (2023) mengenai potensi penurunan PDB Indonesia hingga 5,5 persen. Angka-angka tersebut merupakan estimasi yang disampaikan dalam materi seminar dan perlu dibaca sesuai asumsi, metode, serta skenario yang digunakan dalam kajian masing-masing.

Mitra Pengemudi Meminta Dilibatkan dalam Penyusunan Aturan

Dari sisi pekerja platform, Ketua Umum KAJOL Indonesia, Firmansyah atau Cang Ite, mengatakan kebutuhan utama mitra pengemudi adalah tersedianya pesanan dan kesempatan untuk terus memperoleh penghasilan.

Menurut dia, fleksibilitas waktu dan kemudahan bergabung menjadi alasan sebagian orang memilih bekerja melalui platform. Ada pengemudi yang bekerja sepanjang hari sebagai sumber penghasilan utama, tetapi ada pula yang baru menerima pesanan setelah menyelesaikan pekerjaan lain.

“Kami narik ini bukan buat gaya-gayaan, kami cari uang buat menyambung hidup. Jadi, yang paling penting buat kami itu order lancar, mitra jangan dibikin ribet, aturannya jangan terlalu kaku,” ujar Cang Ite.

Ia menilai persoalan yang perlu diperhatikan bukan hanya kemungkinan perubahan status kemitraan menjadi hubungan kerja formal. Menurut dia, kewajiban yang terlalu kaku juga berpotensi membatasi fleksibilitas, meskipun status kemitraan tetap dipertahankan.

“Yang sering diomongin itu cuma hak-haknya kalau jadi pekerja, kewajibannya nggak pernah dibahas. Padahal syarat dan ketentuan pasti berlaku. Kalau nanti jam kerja diatur, order dibatasi, atau jumlah driver dikurangi, pertanyaannya sederhana: yang nggak bisa masuk itu mau cari penghasilan dari mana?” katanya.

Cang Ite menyatakan mitra pengemudi tidak menolak penguatan perlindungan. Ia menyebut sejumlah mitra telah memperoleh perlindungan berupa asuransi kecelakaan dari aplikator serta dukungan iuran BPJS, meskipun bentuk dan cakupannya dapat berbeda.

“Kalau mau diperkuat, tentu kami dukung. Tapi jangan sampai karena mau melindungi, cara kerja yang selama ini fleksibel malah hilang. Percuma dilindungi kalau akhirnya kerjaannya tidak ada,” ujarnya.

Ia juga meminta komunitas mitra pengemudi dilibatkan sejak awal dalam penyusunan kebijakan. Menurut dia, masukan dari orang-orang yang menjalani pekerjaan tersebut sehari-hari diperlukan agar aturan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

KAJOL Indonesia, menurut keterangan dalam seminar, telah memiliki jaringan di delapan provinsi dan 50 kota. Dalam sebulan terakhir, organisasi tersebut juga menyampaikan aspirasi anggotanya kepada Komisi IX DPR RI, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian UMKM.

Survei Menunjukkan Fleksibilitas Menjadi Pertimbangan Utama

Pengalaman yang disampaikan mitra pengemudi tersebut sejalan dengan sejumlah temuan survei lapangan Segara Research Institute yang dilakukan pada Agustus–September 2026. Survei melibatkan 506 pekerja gig di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar, termasuk 175 mitra pengemudi ojek dan taksi daring.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.