Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pungli Bikin Biaya Usaha Makin Tinggi

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pungli Bikin Biaya Usaha Makin Tinggi Doc: antara
Ket. Iklim Usaha - Komisi II DPR RI Bongkar Praktik Calo dan Pungli di Kantor Pertanahan Banten

Jika tak dibenahi, beban biaya usaha akibat praktik pungli bukan hanya menekan pelaku usaha, tetapi juga dapat mengurangi daya tarik investasi dan menghambat ekspansi ekonomi daerah.

JAKARTA – Penciptaan iklim usaha yang kondusif tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan insentif. Pasalnya, efektivitas kebijakan juga sangat ditentukan oleh praktik di lapangan.

Pungutan liar menjadi salah satu persoalan nonteknis yang dapat meningkatkan biaya usaha, menciptakan ketidakpastian, dan menggerus kepastian berusaha. Jika tidak dibenahi, beban tersebut bukan hanya menekan pelaku usaha, tetapi juga dapat mengurangi daya tarik investasi dan menghambat ekspansi ekonomi daerah.

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko menegaskan banyak faktor nonteknis yang menghambat kegiatan ekonomi warga dan dunia usaha. Terkait investasi misalnya banyak praktik nakal di lapangan yang membuat investasi itu jadinya berbiaya tinggi.

"Kepastian berusaha terkait perizinan dan keamanan yang seringkali menimbulkan kenaikan biaya secara signifikan," ungkapnya di Jakarta, Rabu (30/9).

Fenomena ita, kata dia, kerap terjadi ketika ada investasi masuk. Padahal, investasi merupakan kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah kapasitas fiskal yang terbatas, investasi menjadi solusi agar ekonomi lokal tetap tumbuh dan bergairah.

Hal itulah yang membuat Incremental Capital Output Ratio (ICOR) investasi Indonesia masih tinggi, yakni di atas 6. ICOR menunjukkan tingkat efisiensi investasi suatu negara. Karenanya, pekerjaan rumah (PR) pemerintah saat ini adalah menurunkan ICOR ke angka 4 atau 5, sehingga investasi naik dan kepercayaan dunia usaha tumbuh.

Bongkar Percaloan

Seperti diketahui, Anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun membongkat praktik calo dan pungli di kantor pertanahan saat sidak ke Kantor Wilayag (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten, Rabu (30/9). Praktik tersebut dapat merusak iklim berusaha dan membuat ekonomi rakyat macet.

Menurut Komarudin, ketika urusan sertifikat dipersulit calo, yang rugi bukan cuma waktu, tapi perputaran ekonomi warga ikut mati. "Kalau masyarakat sudah punya sertifikat tapi muncul masalah hukum, dia tidak bisa berniaga. Urusannya lama, apalagi kalau mau urusan dengan pengusaha, sudah susah itu," tegas Komarudin dikutip dari laman resmi DPR RI.

Dia mencontohkan banyak warga yang butuh sertifikat untuk agunan modal usaha, jual beli tanah, atau buka usaha. Tapi gara-gara calo dan biaya tambahan yang tidak jelas, prosesnya molor dan biaya membengkak. Alhasil, warga gagal dapat modal dan kegiatan ekonomi tertunda.

Padahal, pelayanan ATR/ BPN Banten sendiri dinilai sudah membaik. Namun noda calo inilah yang merusak semuanya. "Pelayanan sudah baik, tapi masih ada calo. Itu hal kecil yang menghalangi proses. Justru yang kecil itu yang bikin viral dan merusak penilaian keseluruhan," ujarnya.

Komarudin juga menyoroti pungutan tambahan yang muncul saat sertifikat sudah jadi dan tinggal diambil. Ia mempertanyakan, pungutan itu dari dalam atau dari calo luar. "Tadi dijelaskan proses pembayaran sudah jadi, tinggal ambil. Tapi masih ada bayaran tambahan. Itu munculnya dari mana? Dari dalam sendiri atau dari luar? Masyarakat menilai dari hal-hal kecil begitu," tegas politisi PDIP itu.

Karena itu, dia mendesak Ombudsman diberi taring lebih tajam dari KPK untuk eksekusi langsung pungli pertanahan. "Ombudsman harus dikasih kekuatan lebih kuat dari KPK. Dia bertindak, tidak cuma terima laporan, tapi eksekusi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.