Memperinganti Hari Batik Nasional 2025 dengan Aksi Membatik Sepanjang 16 Meter di Pekalongan
Jumat, 03 Okt 2025, 17:45 WIBPekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan membatik sepanjang 16 meter sebagai simbol pengakuan UNESCO bahwa batik sebagai warisan budaya tak benda yang ditetapkan pada akhir September 2009.
"Kegiatan membatik sepanjang 16 meter ini menjadi pengingat bahwa 16 tahun sudah batik diakui dunia dan Pekalongan ikut menjadi bagian penting dalam sejarah tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekalongan Sabaryo di Pekalongan.
Kegiatan membatik yang dilaksanakan di Museum Batik Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025 ini berlangsung hangat dan syarat akan budaya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia batik.
Pada kegiatan tersebut dibuka secara simbolis dengan penyerahan canting oleh Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono kepada salah satu penggiat batik Kota Pekalongan, Fatiyah Abdul Kadir.
Ia menyebutkan kegiatan membatik kain sepanjang 16 meter ini melibatkan sekitar 32 orang dari berbagai latar belakang seperti komunitas batik, kampung batik, tokoh pembatik, pelajar, dan perwakilan elemen masyarakat.
Ia mengatakan bahwa pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia tidak terlepas dari peran besar Kota Pekalongan yang dikenal sebagai pusat pengembangan batik di tingkat nasional serta didukung beberapa daerah lain yang ikut berkarya dan berkontribusi.
"Enam belas tahun yang lalu, insan batik Indonesia merasakan kebahagiaan luar biasa melalui pengakuan internasional UNESCO. Itu bukan hal kecil dan Pekalongan menyumbang peran penting karena eksistensi batik kita diakui secara nasional dan global," katanya.
Sabaryo menegaskan bahwa batik bukan sekadar corak, motif, atau hiasan belaka, melainkan cerminan identitas bangsa dan bagian dari sejarah kebudayaan yang harus terus dirawat.
"Kita perlu memastikan batik tetap eksis di tengah perkembangan zaman terutama pesatnya teknologi informasi yang berpotensi menggeser minat generasi muda jika tidak diimbangi dengan edukasi dan pelibatan aktif. Tantangan ke depan adalah bagaimana mewariskan batik ini kepada generasi muda," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Anak Sekolah Antusias Belajar Membatik di Peringatan Hari Batik
-
Ritual Pengambilan Air Suci di Temanggung
-
Pemkab Jayawijaya: Sekolah Adat Jaga Eksistensi Nilai Budaya
-
Kemenperin: Industrial Festival Bekal Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja di Sektor Industri
-
Hari Batik di Parlemen
-
Apa Istimewanya Batik Tulis Merawit Cirebon jadi Ikon GBN dan HBN 2025? Ini Jawaban Kemenperin
-
Gelar Batik Nusantara 2025: Ketika Warisan Budaya Disulap Jadi Panggung Masa Depan!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.