Proyek 100 Sekolah Rakyat, Hidupkan Ekonomi Desa, 97 Ribu Warga Dapat Kerja
Senin, 26 Okt 2026, 15:25 WIBJAKARTAâ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dengan daya tampung total mencapai 122.000 siswa. Pembangunan infrastruktur pendidikan terpadu tersebut melibatkan 97.000 tenaga kerja lokal yang sebagian besar direkrut langsung dari warga desa dan kecamatan di sekitar lokasi proyek.Â
Penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu manfaat langsung pembangunan infrastruktur bagi masyarakat, sehingga pembangunan turut membuka kesempatan kerja dan menambah pendapatan keluarga para pekerja setempat.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
âYang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa melalui akses pendidikan yang layak dan modern. Karena itu kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas utama,â tegas Menteri Dody di Jakarta, Senin (26/10).
Selama proses pembangunan, Kementerian PU turut kolaborasi dengan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI-AD untuk mendukung percepatan penyelesaian konstruksi di wilayah tertentu, termasuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain menyerap tenaga kerja, pembangunan Sekolah Rakyat juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kebutuhan bahan material lokal, penyediaan katering untuk konsumsi harian pekerja, serta jasa transportasi. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan setelah sekolah beroperasi, tetapi juga sejak proses konstruksi berlangsung.
Peningkatan Kapasitas dan Daya Tampung Sekolah Rakyat
Setiap satu lokasi Sekolah Rakyat Tahap II memiliki total kapasitas 1.080 siswa. Namun, kini jumlah tersebut telah ditingkatkan menjadi 1.260 siswa. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk penambahan ruang belajar dan asrama agar semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera berkesempatan menikmati pendidikan berkualitas.
Menurut Menteri Dody, dengan semangat Pasal 34 UUD 1945, pembangunan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan menjadi salah satu kunci memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
âSecara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah, bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan, dikasih fasilitas yang megah. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,â kata Menteri Dody.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini tidak hanya menghadirkan ruang kelas, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan dalam satu kawasan. Setiap lokasi dilengkapi tiga gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa putra dan putri, rusun guru, kantin dan dapur, gedung serbaguna, masjid dan rumah ibadah, serta guest house.
Untuk menunjang keamanan dan aktivitas siswa, kawasan sekolah juga dilengkapi sistem CCTV, lapangan upacara, serta fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola atau mini soccer dan basket.
Ke depan, Kementerian PU akan melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III di 100 lokasi baru. Setiap sekolah direncanakan memiliki kapasitas lebih dari 2.000 siswa, dengan penyesuaian desain bangunan dari dua menjadi empat lantai sesuai kondisi lokasi.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, Kementerian PU mendorong manfaat ganda pembangunan infrastruktur, yakni memperluas akses pendidikan sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Hal ini sejalan dengan Sasaran Utama PU 608, khususnya target 0 persen kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.
- Program Sekolah Rakyat (SR)
- Serap Pekerja
- Proyek Sekolah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kutai Timur Punya Target Besar: 100 Persen Wilayah Teraliri Listrik, ESDM Diminta Bantu
-
Dari Kampung Sampai Pasar Dunia, Sulaman Kapalo Samek Padang Pariaman Disulap Jadi Produk Mewah
-
Tiga Hotel Berikut Masuk Kategori An Extraordinary Stay, Mana Saja?
-
Saat Masyarakat Agraris di Wonogiri Bangkit Atasi Kekeringan
-
Pastikan Disiplin Petugas, PT KAI Daop 7 Intensifkan Inspeksi Malam di Perlintasan Sebidang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.