Bukan Sekadar Panas! Jakarta Jadi Kota Paling Berpolusi Ketiga di Dunia Pagi Ini
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 08:03 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - DKI Jakarta menduduki posisi ketiga sebagai kota besar paling berpolusi di dunia pada Jumat pagi.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.45 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 186 atau masuk dalam kategori tidak sehat, dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 107 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menunjukkan tingkat kualitas udara masuk ke dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, yakni dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Sementara itu, kualitas udara dengan kategori sedang, yakni kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Kemudian, kategori baik, yaitu tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika, dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299, artinya kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius terhadap populasi.
Pada Jumat, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada urutan pertama, yaitu Singapura (Singapura) dengan indeks kualitas udara 228. Lalu, urutan kedua ditempati Kuala Lumpur (Malaysia) dengan indeks 189. Urutan keempat dihuni Medan (Indonesia) dengan indeks 168, sedangkan urutan kelima diduduki Milan (Italia) dengan indeks 167.
Terkait kondisi udara tersebut, masyarakat disarankan agar sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan, gunakan masker dan menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalankan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara.
Pertama, yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, di antaranya rute Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Strategi kedua, yaitu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Strategi ketiga, selain sektor transportasi, yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah Refused Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!