Trump Kembali Desak Jerome Powell Mundur dari The Fed

Kamis, 01 Okt 2026, 18:27 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyerukan agar mantan Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengundurkan diri dari Dewan Gubernur The Fed setelah laporan Inspektur Jenderal mengungkap masalah dalam pengawasan proyek renovasi gedung bank sentral AS di Washington.

Dari France 24, laporan yang dirilis pada Rabu (30/9) menyatakan tidak menemukan dasar yang memadai untuk merujuk kasus tersebut sebagai perkara pidana maupun pelanggaran administratif. Namun, pemeriksaan menemukan sejumlah kelemahan dalam pengelolaan dan pengawasan proyek yang menyebabkan pembengkakan biaya sekitar 1 miliar dolar AS.

Ket. Foto: Federal Reserve memiliki mekanisme anggaran sendiri dan tidak mengikuti proses penganggaran politik federal seperti lembaga pemerintah lainnya. Namun, Kongres tetap memiliki fungsi pengawasan terhadap bank sentral tersebut. — Sumber: Istimewa

Renovasi dua gedung bersejarah The Fed di kawasan National Mall kini diperkirakan menelan biaya sekitar 2,4 miliar dolar AS.

Dalam laporannya, Inspektur Jenderal menyatakan tidak menemukan alasan yang masuk akal untuk meyakini telah terjadi pelanggaran hukum pidana federal yang memerlukan rujukan kepada Jaksa Agung AS.

Meski demikian, laporan tersebut memberikan sejumlah rekomendasi tindakan korektif terkait pengelolaan proyek.

Temuan itu kemudian dimanfaatkan Trump untuk kembali menyerang Powell, yang selama ini menjadi sasaran kritik presiden terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mendesak Powell untuk meninggalkan Dewan Gubernur The Fed. Trump juga menyatakan telah meminta Jaksa Agung AS Todd Blanche mempelajari laporan tersebut dan menentukan langkah selanjutnya.

Powell sendiri belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut.

Powell memimpin Federal Reserve selama sebagian besar periode pelaksanaan proyek renovasi tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua Fed Philip Jefferson memimpin Komite Urusan Dewan dan menjadi salah satu pejabat yang terlibat langsung dalam pengawasan proyek.

Ketua Federal Reserve saat ini, Kevin Warsh, yang menggantikan Powell pada Mei 2026, mengatakan akan menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan tersebut.

Warsh juga berencana menunjuk auditor independen untuk memeriksa keakuratan serta kepatuhan seluruh biaya yang telah dikeluarkan dalam proyek renovasi.

Persoalan pembengkakan biaya tersebut memicu reaksi berbeda di Kongres AS.

Senator Partai Republik Tim Scott, yang memimpin Komite Perbankan Senat, menilai besarnya pembengkakan biaya sebagai persoalan serius dan menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap Federal Reserve.

Sementara itu, Senator Demokrat Elizabeth Warren mengatakan temuan laporan tersebut tidak memberikan dasar untuk kembali mengejar Powell secara politik.

Perselisihan antara Trump dan Powell telah berlangsung selama beberapa tahun, terutama terkait perbedaan pandangan mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Kasus renovasi gedung The Fed juga terjadi ketika pemerintah AS menghadapi sorotan atas meningkatnya biaya proyek-proyek pemerintah. Anggaran renovasi ruang dansa Gedung Putih yang sedang berlangsung, misalnya, disebut meningkat menjadi sedikitnya 400 juta dolar AS dari perkiraan awal.

Federal Reserve memiliki mekanisme anggaran sendiri dan tidak mengikuti proses penganggaran politik federal seperti lembaga pemerintah lainnya. Namun, Kongres tetap memiliki fungsi pengawasan terhadap bank sentral tersebut.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.