- Home
-
- Luar Negeri
-
- Penyakit Kuno yang Belum P...
Penyakit Kuno yang Belum Punah, WHO Kembali Soroti Wabah Pes yang Renggut Ratusan Nyawa
Kamis, 01 Okt 2026, 23:37 WIBMOSKOW - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kasus pes pada manusia di enam negara, dengan 423 kematian dilaporkan dalam enam tahun terakhir, kata badan PBB tersebut pada Rabu (30/9).
"Di periode 2019 hingga 2025, sepuluh negara melaporkan kasus dugaan pes pada manusia kepada WHO dan enam di antaranya melaporkan kasus terkonfirmasi. Total 3.847 kasus dugaan dan 423 kematian dilaporkan kepada WHO, dengan tingkat kematian sebesar 11 persen," menurut pernyataan WHO.
Sebagian besar kasus dilaporkan di Republik Demokratik Kongo dan Madagaskar, di mana penyakit pes masih menjadi endemik di sejumlah wilayah. Penyakit pes juga bisa terjadi di negara-negara yang tidak melaporkan kasus, menurut WHO.
"Pengawasan rutin terhadap populasi hewan pengerat dan hewan lainnya, serta respons cepat terhadap wabah, tetap penting untuk mendeteksi pes sejak dini, mengurangi penularan, dan mencegah wabah yang lebih besar," kata WHO.
Akademisi dari Akademi Sains Rusia, Gennady Onishchenko, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pes merupakan salah satu infeksi yang saat ini menimbulkan ancaman terbesar bagi layanan kesehatan, bersama dengan flu, infeksi saluran pernapasan, virus corona, demam eksotis, dan kolera. Ant
- Tikus
- wabah pes
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Dinkes Simeulue Kirim Tim Medis ke Desa Terluar Pulau Teupah, Warga Dapat Layanan Kesehatan.
-
Festival Imlek 2577 di Jayapura Libatkan 36 UMKM, Dorong Ekonomi Lokal
-
Produk UMKM Tanah Pasundan Mendunia, Ada Tempe hingga Peralatan Dapur dari Kayu
-
KPK Ungkap Identitas 8 Orang yang Diperiksa Intensif terkait OTT Bupati Lombok Barat
-
Pascahujan Abu Gunung Lewotobi, PVMBG Imbau Warga Gunakan Masker
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.