Bukan Dibakar! Pemkot Bengkulu Ubah Sampah Organik Jadi Maggot, Ini Alasannya

Kamis, 01 Okt 2026, 00:05 WIB

KOTA BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terus menggalakkan seluruh kelurahan di wilayah tersebut untuk menjalankan program budidaya maggot sebagai solusi untuk mengurai atau mengurangi sampah organik.

"Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin di Bengkulu, Rabu.

Ket. Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu Anshar Amin di Bengkulu, Rabu (30/9). — Sumber: Antara foto

Metode penguraian berbasis biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) tersebut, kata dia, jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode pengomposan konvensional yang membutuhkan waktu lama.

Dengan adanya program inovatif yang dirancang terintegrasi dengan sistem ekonomi sirkular, tambah dia, dapat memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia menyebut bahwa program budidaya maggot tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan dan pengurangan beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menyasar sektor ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat secara luas.

Sebab, melalui sistem ekonomi sirkular, sampah yang dulunya dianggap sebagai masalah kini dialihkan menjadi sumber daya baru yang produktif.

"Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi," ujar dia.

Guna memastikan program budidaya maggot tersebut terus berjalan, maka DLH Kota Bengkulu bergerak aktif menggandeng pihak akademisi dan berbagai komunitas lingkungan.

Dia menerangkan bahwa dengan adanya kolaborasi tersebut dapat memberikan edukasi dan pendampingan teknis secara langsung kepada warga di lapangan agar mereka dapat mengelola budidaya maggot secara mandiri.

"Pemerintah berharap program ini dapat terus mereplikasi ke wilayah lain sehingga target pengurangan sampah kota dapat tercapai secara optimal," katanya.

Diketahui, program budidaya maggot saat ini telah digalakkan di sejumlah wilayah strategis di Kota Bengkulu seperti Kelurahan Tebeng, Kelurahan Lingkar Barat, Kelurahan Sawah Lebar, Kelurahan Sukarami, Kelurahan Padang Serai, Kelurahan Tanah Patah, dan Kelurahan Jalan Gedang.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.