Ancaman Baru Zelenskyy ke Rusia: Serang Energi Ukraina, Konsekuensinya Bisa Mengejutkan

Sabtu, 12 Sep 2026, 10:08 WIB

ISTANBUL - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Jumat (11/9), memperingatkan Rusia akan menghadapi pembalasan jika mereka menargetkan sistem energi Ukraina pada musim dingin ini.

"Rusia tahu bahwa jika mereka menyerang - dan mereka sedang bersiap untuk menyerang sistem energi kita musim dingin ini - Rusia akan menerima balasan yang setimpal," tulis Zelenskyy di akun X.

Ket. Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadiri upacara pemakaman dan pemakaman ulang Yevhen Konovalets, seorang tokoh nasionalis Ukraina dan pendiri Organisasi Nasionalis Ukraina, di Kyiv, Ukraina, pada 18 Agustus 2026. — Sumber: Antara foto/Anadolu

"Jika mereka menyebabkan pemadaman listrik bagi kita, kita akan berusaha merespons dengan cara yang sepadan," tambahnya.

Dia menyerukan kemajuan menuju kemungkinan pertemuan trilateral yang melibatkan Ukraina, Rusia, dan AS, pembentukan gencatan senjata di sektor energi, pembukaan blokade Laut HItam, serta kelanjutan pertukaran tahanan dan warga sipil, termasuk anak-anak yang ditahan di Rusia.

Zelenskyy memperingatkan perpanjangan perang menimbulkan tantangan bagi Rusia dan ekonomi global, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi, serta mengatakan bahwa gangguan terhadap ekspor biji-bijian dari Laut Hitam dapat memperparah kekurangan pasokan di negara-negara yang rentan.

"Situasinya akan seperti Selat Hormuz, namun di sektor pertanian. Dan itu adalah masalah serius. Bukan hanya Ukraina yang harus menyelesaikan ini. Karena ini merupakan tantangan bagi banyak pihak," katanya.

Zelenskyy juga mendesak Kongres untuk mengesahkan undang-undang sanksi yang didukung oleh mendiang Senator Lindsey Graham serta menyerukan tindakan yang lebih tegas dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

"Sanksi harus diterapkan sekarang. Ini adalah sarana yang dimiliki Amerika Serikat untuk melumpuhkan kemampuan Rusia dalam membiayai perang melawan Ukraina setiap harinya," katanya.

"Dan sejujurnya, terkadang saya tidak mengerti mengapa keputusan tidak bisa diambil dengan cepat," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.