Gandeng Raksasa Tiongkok, Bali Siap Operasikan Pembangkit Listrik Sampah Terbesar
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 02:35 WIB | Oleh: AlfredDENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendorong peningkatan investasi dari China di sektor energi bersih guna mendukung terwujudnya kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata.
"Investasi dari China ke Bali untuk mewujudkan energi bersih sangat kami harapkan guna mendukung Bali mandiri energi," kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada Peringatan HUT ke-77 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, Rabu (30/9).
Gubernur Koster dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu, menjelaskan, investasi dari Tiongkok sangat diperlukan agar Bali memiliki kualitas, berdaya saing secara berkelanjutan, serta betul-betul bisa bertahan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.
Pemprov Bali sendiri membidik peluang investasi pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1.000 hingga 1.500 MWp yang sedang diproses oleh PT PLN.
"Saya mendengar, China selain memiliki keunggulan teknologi, juga memiliki dana yang cukup, sehingga investasi dari China ke Bali sangat kami harapkan," ujar Koster di hadapan Konsul Jenderal RRT di Denpasar Zhang Zhisheng.
Sinergi konkret kedua pihak di bidang lingkungan dan energi juga telah diwujudkan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dimulai pada 8 Juli 2026 lalu.
Proyek PSEL yang dikerjakan oleh Weiming Environment Protection Co., Ltd tersebut ditargetkan rampung pada Oktober atau beroperasi Desember 2027.
Koster menjelaskan fasilitas pengolahan sampah ini nantinya mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari yang bersumber dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang selama ini menjadi persoalan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-77 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok mewakili Pemerintah dan masyarakat Bali.
Ia berharap hubungan baik antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Tiongkok, serta Pemprov Bali dengan Tiongkok, dapat terus ditingkatkan ke depannya.
Menurut Koster selama ini kerja sama telah terjalin baik dan harapannya sinergi tersebut semakin meningkat.
Ia memaparkan bahwa hubungan Bali dengan Tiongkok sendiri telah terjalin sejak lama karena faktor historis serta kerja sama di berbagai sektor seperti budaya, ekonomi, perdagangan, hingga pariwisata, dan pendidikan.
Hingga 31 Agustus 2026, kunjungan wisatawan Tiongkok yang berlibur ke Bali tercatat sudah menembus angka 400 ribu lebih orang.
Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal RRT di Denpasar Zhang Zhisheng menambahkan bahwa hubungan Tiongkok dan Indonesia saat ini berada pada masa terbaik dalam sejarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!