Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Minta Pemprov DKI Evaluasi Menyeluruh soal Ganjil Genap, Kenapa?

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 13:30 WIB | Oleh:
DPRD Minta Pemprov DKI Evaluasi Menyeluruh soal Ganjil Genap, Kenapa? Doc: antara foto
Ket. Rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10).

JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli (MTZ) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar melakukan evaluasi menyeluruh terkait peraturan ganjil genap.

“Saya kira perlu dievaluasi gage atau ganjil genap ini untuk bisa lebih diperhatikan juga aspek ekonomi yang membarengi keputusan tersebut,” kata MTZ dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10).

Dia mengatakan aturan ganjil genap di Jakarta memberikan dampak positif untuk mengurangi kemacetan.

Namun di sisi lain, MTZ menilai aturan tersebut juga memberikan dampak negatif yang perlu menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan evaluasi.

Oleh sebab itu, dia meminta agar evaluasi ganjil genap tidak hanya menggunakan indikator kemacetan. Pemprov DKI, kata dia, juga perlu melihat volume kendaraan, kecepatan rata-rata, waktu tempuh, serta dampak penerapan ganjil genap terhadap jalan alternatif.

“Peraturan ganjil genap di Jakarta ini sudah sangat panjang, sudah 10 tahun, ya, sudah satu dekade. Ada banyak hal positif yang didapat, tapi kemudian saya kira harus dievaluasi juga tentang dampak negatifnya, yaitu ada laporan dari masyarakat, terutama mal-mal atau pusat ekonomi yang dilalui oleh jalur gage itu, itu mengalami penurunan, penurunan omzet, dan bahkan ada beberapa yang tutup,” ungkap MTZ.

Melihat kondisi tersebut, dia mengaku khawatir pusat kegiatan perdagangan dapat bergeser ke wilayah pinggiran Jakarta.

Bahkan, menurut dia, kegiatan ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan penerimaan daerah berpotensi berpindah ke luar Jakarta.

"Jangan sampai kebijakan transportasi kita ini tanpa disadari ikut mendorong kegiatan ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan potensi PAD, penerimaan asli daerah ini berpindah ke luar Jakarta," ujar MTZ.

Kendati demikian, MTZ menegaskan hal itu bukan berarti ganjil genap harus dihapuskan. Ia hanya meminta agar Pemprov DKI mempertimbangkan berbagai aspek selain kepadatan lalu lintas.

Dengan begitu, diharapkan nantinya ganjil genap dapat berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

"Menurut saya, setelah hampir 10 tahun berjalan ini, kebijakan ganjil genap memang sudah waktunya dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi, ya, bukan, jangan langsung diartikan bahwa harus dihapus atau harus dilonggarkan," imbuh MTZ.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.