• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Demi Tubuh Ideal, Jangan S...

Demi Tubuh Ideal, Jangan Sampai Jantung Jadi Korban! Ini Pesan Dokter

Rabu, 30 Sep 2026, 04:45 WIB

TANGERANG - Dokter spesialis gizi klinik, dr. Oqti Rodia, mengatakan program olahraga penurunan berat badan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada angka timbangan tapi tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi, serta mengutamakan kesehatan jantung dan metabolisme.

Ia menjelaskan menurunkan berat badan bukan hanya tentang menjadi lebih kurus, tetapi juga memperhatikan berat badan yang sehat. Sebab berat badan yang terkontrol juga menjadi bagian penting.

Ket. Foto: Ilustrasi perempuan melakukan aktivitas olahraga bersama. — Sumber: Antara foto

Dokter dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dalam keterangannya di Tangerang, Selasa menjelaskan setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Karena itu, pendekatan penurunan berat badan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

"Menurunkan berat badan sering kali dilakukan demi mendapatkan bentuk tubuh ideal. Namun, menjaga berat badan sebenarnya bukan hanya persoalan penampilan tetapi kesehatan menyeluruh," kata dr. Oqti Rodia.

Ia juga menjelaskan, berat badan berlebih dapat berkaitan dengan berbagai faktor risiko kardiometabolik. Karena itu, upaya menurunkan berat badan idealnya tidak dilakukan secara sembarangan atau hanya mengejar hasil cepat.

“Yang penting bukan hanya berapa kilogram berat badan yang turun, tetapi bagaimana prosesnya dilakukan secara sehat, terukur, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ujar dr. Oqti.

Selain pengaturan nutrisi, program pengelolaan berat badan juga dapat membantu seseorang membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa berat badan yang lebih terkontrol, tetapi juga mendukung kesehatan jantung dan metabolisme, meningkatkan energi, serta meningkatkan kepercayaan diri dengan pendampingan tenaga profesional.

"Keinginan memiliki tubuh ideal merupakan hal yang wajar. Namun, kesehatan seharusnya tetap menjadi tujuan utama. Karena itu, body goals boleh, tetapi heart goals wajib," ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin menurunkan berat badan, terutama yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan program yang sesuai.

"Ada Poli Weight Management and Wellness Center sebagai pendekatan pengelolaan berat badan yang tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga kesehatan tubuh dan jantung," pungkas dr. Oqti.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.