- Home
-
- Luar Negeri
-
- 12 Tahun Berlalu, Ribuan W...
12 Tahun Berlalu, Ribuan Warga Meksiko Tuntut Jawaban soal 43 Mahasiswa Hilang
Minggu, 27 Sep 2026, 13:50 WIBMexico City - Ribuan demonstran mengenakan pakaian merah dan membawa peti mati simbolis dalam aksi unjuk rasa di Mexico City, Sabtu (26/9), menuntut kejelasan mengenai nasib 43 mahasiswa calon guru yang hilang 12 tahun lalu.
Presiden Claudia Sheinbaum, yang secara rutin bertemu dengan keluarga para korban hilang, diperkirakan akan menyampaikan laporan pada Senin mengenai perkembangan terbaru kasus tersebut, setelah Kejaksaan Agung melakukan peninjauan menyeluruh terhadap bukti-bukti yang ada.
"Karena mereka dibawa dalam keadaan hidup, kami ingin mereka kembali dalam keadaan hidup," demikian bunyi salah satu spanduk yang dibawa demonstran.
Aksi tersebut dipimpin oleh orang tua dari 43 mahasiswa calon guru asal Ayotzinapa. Mereka memimpin rombongan menuju alun-alun utama ibu kota, tempat Istana Pemerintah berada.
Sejumlah demonstran juga meneriakkan hitungan hingga angka 43 secara berulang kali sebagai bentuk penghormatan kepada masing-masing mahasiswa dari sekolah pendidikan guru pedesaan yang menghilang pada 26 September 2014.
"Setahun lagi penuh tekanan, kelelahan, dan keputusasaan," kata salah satu orang tua dari 43 mahasiswa tersebut, Estanislao Mendoza, kepada AFP.
"Kami ingin tahu, apakah kabar baik atau buruk, hidup atau mati, tetapi kami ingin mengetahui kebenarannya, mengetahui di mana mereka berada," katanya. "Dua belas tahun penuh penderitaan dan kebohongan."
Para mahasiswa tersebut sedang dalam perjalanan dari Negara Bagian Guerrero menuju aksi protes di Mexico City. Polisi setempat menghentikan mereka di Kota Iguala. Dalam bentrokan di jalanan yang berlangsung selama berjam-jam, enam orang tewas dan 43 mahasiswa kemudian dinyatakan hilang.
Jaksa pada awalnya menyatakan polisi menyerahkan 43 mahasiswa calon guru tersebut kepada kelompok pembunuh bayaran kartel narkoba. Mereka disebut dibunuh, jasadnya dibakar, kemudian sisa-sisa tubuhnya dibuang ke sungai.
Namun, para ahli hak asasi manusia independen menolak kesimpulan pemerintah tersebut. Kasus yang hingga kini belum terpecahkan itu pun tetap menjadi persoalan yang mencoreng reputasi Meksiko.
Seorang mantan gubernur ditangkap pada Agustus karena diduga menghapus rekaman kamera keamanan di lokasi kejadian di Iguala. Mantan jaksa agung negara bagian tersebut juga telah ditangkap pada 2022.
Lebih dari 134.000 orang tercatat sebagai orang hilang di Meksiko.
"Perlu mendukung perjuangan melawan ketidakpedulian pemerintah yang menolak mengakui bahwa ada krisis orang hilang," kata Atanacio Pina, 69 tahun, yang putranya sempat dilaporkan hilang sebelum kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
- Meksiko
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Bantuan 26 Ton Air Bersih untuk Warga Tanjungpinang
-
Siswa SD di Tulungagung Diduga Terpapar Paham Radikalisme Lewat Game Online dan Media Sosial
-
San Antonio Spurs Bungkam Minnesota Timberwolves 115-108
-
Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Pengembangan Konten Animasi Berbasis Budaya Lokal
-
UMKM Kue Jambi Bermodal Rp2 Juta Kini Serap 15 Tenaga Kerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.