Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Family Office Asia Pasifik Catat Kinerja Portofolio di Atas Rata-rata Global

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 11:02 WIB | Oleh:

Stabilitas Keuangan Jadi Kekhawatiran

Di tengah kinerja tersebut, stabilitas sistem keuangan global dan volatilitas pasar menjadi perhatian utama family office Asia Pasifik. Sebanyak 53 persen responden menyebut stabilitas sistem keuangan global sebagai kekhawatiran, sedangkan 52 persen mengkhawatirkan volatilitas pasar.

Kedua isu tersebut disebut dalam laporan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya. Laporan Citi Wealth mengaitkan meningkatnya sensitivitas tersebut, antara lain, dengan kondisi di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi pengiriman minyak menuju pasar Asia.

Secara global, hampir 90 persen family office yang disurvei melaporkan kinerja portofolio positif secara year-to-date. Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, sebanyak 41 persen responden masih menargetkan imbal hasil tahunan pada kisaran 7 hingga 10 persen. Kekhawatiran terhadap inflasi, suku bunga, dan stabilitas keuangan tetap menjadi bagian dari pertimbangan investasi.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa perkembangan geopolitik tidak secara otomatis mendorong family office melakukan perubahan besar terhadap portofolio. Lebih dari 40 persen responden global menyatakan tidak melakukan perubahan besar, sementara sebagian lainnya memilih menggunakan manajemen aktif dan strategi lindung nilai untuk meningkatkan ketahanan portofolio.

Ekuitas Publik dan Pasar Privat

Di tingkat global, ekuitas publik kembali menjadi salah satu pilihan utama bagi family office. Hampir separuh responden meningkatkan eksposur terhadap ekuitas publik sepanjang tahun tersebut.

Ekuitas di negara maju menjadi kelas aset yang paling banyak dipilih untuk alokasi bersih pada masa mendatang. Namun, portofolio family office secara keseluruhan tetap terdiversifikasi melalui kombinasi ekuitas swasta, pendapatan tetap, dan kas.

Pasar privat juga tetap menjadi bagian penting dari strategi investasi. Ekuitas swasta masih menarik modal, sementara investasi langsung dan peluang pada perusahaan dalam tahap pertumbuhan terus mendapatkan perhatian. Meski demikian, family office semakin selektif dalam memilih peluang, dengan penekanan pada kemampuan menemukan sumber investasi, keahlian, serta akses terhadap jaringan yang beragam.

Penggunaan AI sendiri mulai bergeser dari tahap eksperimen menuju penerapan dalam kegiatan operasional. Family office menggunakannya untuk analisis investasi, pengelolaan informasi, pelaporan, otomatisasi alur kerja, dan mendukung proses pengambilan keputusan.

Laporan mencatat bahwa penggunaan AI lebih banyak diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat pemrosesan informasi. Keputusan akhir tetap ditempatkan pada manusia yang memiliki pengalaman.

Suksesi Jadi Tantangan

Selain persoalan investasi, family office juga menghadapi tantangan yang berkaitan dengan semakin internasionalnya kekayaan keluarga. Sebanyak 38 persen responden memperkirakan globalisasi keluarga akan meningkat dalam lima tahun mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.