Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Enam Sektor Prioritas Dibayangi Risiko Ekologis

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Enam Sektor Prioritas Dibayangi Risiko Ekologis Doc: istimewa
Ket. Pembangunan Ekonomi - Hilirisasi SDA Harus Berjalan Sejajar dengan Sektor Energi Terbarukan

Pertumbuhan tidak boleh hanya diukur dari output ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keberlanjutan SDA.

JAKARTA – Rencana pemerintah menjadikan enam sektor prioritas sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan menimbulkan biaya ekologis cukup besar. Fakta empiris menunjukkan eksploitasi sumber daya alam (SDA) demi mengejar nilai tambah ekonomi, termasuk hilirisas, menimbulkan kerusakan lingkungan tak sedikit.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menegaskan harus ada pembaharuan dalam sumber pertumbuhan ekonomi agar lebih berkelanjutan dan inklusif. D.ia menilai hilirisasi SDA yang selama ini dilakukan justru menimbulkan kerusakan alam yang buruk bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Saya pribadi melihat harus ada pembaharuan dalam sumber pertumbuhan ekonomi. Misalkan saja hilirisasi sumber daya alam ini sudah dilakukan namun yang terjadi justru kerusakan alam yang notabene buruk pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang," ujar Nailul, Kamis (24/9), merespons enam prioritas kebijakan pemerintah.

Menurutnya, hilirisasi SDA harus berjalan sejajar dengan sektor energi terbarukan untuk mengungkit pertumbuhan yang sustainable atau berkelanjutan. Begitu juga dengan ketahanan pangan yang harus berlandaskan pada ekologi baik.

Nailul juga menyoroti sektor infrastruktur digital yang sampai saat ini hanya dinikmati oleh platform global besar. Padahal, ekosistem di dalamnya menjadi penyangga utama ekonomi digital, mulai dari penyediaan infrastruktur hingga penyedia konten.

"Harus ada pembagian yang adil, baik hak dan kewajiban masing-masing aktor, termasuk platform OTT global," katanya.

Senada, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko menilai enam sektor prioritas yang disiapkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi bukan hal baru dalam wacana pembangunan nasional. Menurutnya, persoalan utama bukan pada pemilihan sektor, melainkan implementasi yang selama ini belum optimal.

Sikap Permisif

Suhartoko menyebut sejumlah faktor yang dapat menghambat pelaksanaan program, antara lain perencanaan yang tidak terintegrasi antar kementerian dan lembaga, tumpang tindih penanggung jawab, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), serta pendanaan yang belum jelas. Tumpang tindih kewenangan juga membuat program serupa berjalan tanpa koordinasi sehingga perencanaan menjadi tidak sinkron.

Selain itu, dia menyoroti lemahnya monitoring dan evaluasi yang dinilai belum profesional serta cenderung permisif terhadap kesalahan dan penyimpangan dari perencanaan. Pengawasan keuangan yang lemah juga berpotensi membuka peluang korupsi.

Karena itu, jika pemerintah serius menjadikan enam sektor tersebut sebagai penggerak ekonomi, pembenahan tata kelola, integrasi perencanaan, kejelasan penanggung jawab, peningkatan kualitas SDM, kepastian pendanaan, serta pengawasan keuangan yang ketat perlu menjadi prioritas.

Sementara itu, pemerintah menyiapkan enam sektor prioritas untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, serta energi terbarukan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan enam sektor prioritas dipilih karena memiliki potensi permintaan domestik yang kuat dan diperkirakan terus tumbuh sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Sektor tersebut mencakup infrastruktur digital, produk hasil hilirisasi, energi baru, serta ketahanan pangan dan energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.