Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Film Horor, Memburu Pemangsa Angkat Kasus Kekerasan Anak Lewat Investigasi Jurnalis

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 07:44 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Film Horor, Memburu Pemangsa Angkat Kasus Kekerasan Anak Lewat Investigasi Jurnalis Doc: Antara foto
Ket. Poster film "Memburu Pemangsa".

JAKARTA - Belakangan ini, layar lebar Indonesia seperti tak pernah benar-benar keluar dari kegelapan. Dari lorong-lorong rumah tua, ruang-ruang sunyi, hingga mitos yang hidup dari mulut ke mulut, horor kembali menemukan tempatnya.

​Riuh gelombang film horor tersebut banyak bertumpu pada teror mistis dan legenda urban, sebuah formula yang seolah-olah telah menjadi bahasa akrab bagi penonton.

​Namun, tidak semua kegelapan datang dari dunia yang tak kasatmata. Lewat Memburu Pemangsa, sutradara Umay Shahab bersama rumah produksi Sinemaku Pictures mencoba menempuh jalur berbeda.

​Film ini meramu horor psikologis, investigasi kriminal, dan laga fisik dalam satu rangkaian cerita. Di balik ketegangan yang dibangun, film ini mengusung isu yang jauh lebih nyata dan getir: kekerasan seksual terhadap anak.

​Cerita berpusat pada empat jurnalis di sebuah ruang redaksi yang terseret ke dalam teka-teki hilangnya sejumlah anak secara beruntun. Apa yang semula tampak sebagai kasus penculikan biasa perlahan membuka lapisan persoalan yang lebih kelam, mulai dari praktik pemujaan sesat hingga jejak predator berdarah dingin yang menggerogoti batas-batas kemanusiaan.

Daya tarik utama film ini bertumpu pada penulisan karakter perempuan yang kokoh dan berdaya. Naskah garapan Rezi Junio dan Umay Shahab menepis kecenderungan menempatkan perempuan sekadar pemanis layar atau korban tak berdaya. Keempat jurnalis ini memikul beban emosional masing-masing yang menjadi mesin penggerak investigasi.

​Agnes (Laura Basuki) dibayangi duka berkepanjangan seusai kehilangan buah hatinya, tetapi diberkahi intuisi tajam dan kepekaan indra keenam. Di sisinya, Cia (Prilly Latuconsina) memancarkan kegelisahan seorang bibi yang protektif menjaga keponakannya, Pandu (Jordan Omar), di tengah lingkungan sosial yang kian berbahaya bagi anak-anak.

​Sementara itu, Brina (Taskya Namya) tampil meledak-ledak, vokal, dan tak segan menempuh konfrontasi fisik di lapangan, didampingi sang kakak, Petra (Andri Mashadi), seorang polisi yang memilih bergerak senyap demi menjaganya. Adapun Anya (Yasamin Jasem) hadir sebagai otak riset yang metodis. Ketertarikan Anya pada literatur demonologi dan okultisme menjadi jembatan penting untuk membedah simbol-simbol pemujaan iblis yang membungkus kejahatan sang buronan.

Dinamika persaudaraan dan relasi kerja keempat perempuan ini mengalir organik di layar, memperlihatkan kekompakan yang lahir dari rasa empati serta tekad bersama untuk memutus rantai kekerasan.

​Film ini patut diacungi jempol dalam menangkap dinamika kerja jurnalistik. Rutinitas redaksi turut menggerakkan alur cerita, terutama ketika para jurnalis mengumpulkan dan memverifikasi informasi.

​Penonton diajak menyelami ketegangan saat awak redaksi memeriksa rekam jejak narasumber, hingga menelan pil pahit ketika Cia melakukan kelalaian verifikasi yang berbuntut ancaman hukum. Ketelitian dalam menampilkan prinsip keberimbangan berita (cover both sides) mempertegas komitmen pembuat film untuk memotret integritas pers secara jujur.

​Kolaborasi antara riset meja redaksi dan penelusuran lapangan menjadi sekuens yang memikat sekaligus edukatif bagi penonton awam mengenai beratnya tanggung jawab profesi pewarta.

Secara visual, penata kamera dan penata artistik konsisten mengunci palet warna hijau temaram, kelabu, dan hitam pekat. Pilihan tonal ini sukses menginjeksi atmosfer beracun, kotor, dan menyesakkan, yang merefleksikan kebejatan watak predator pemangsa masa depan anak-anak. Ruang-ruang gelap dan gudang terbengkalai dieksekusi dengan pencahayaan rendah, menciptakan rasa terancam bagi penonton di sepanjang durasi 115 menit.

​Horor dalam Memburu Pemangsa murni berpijak pada realitas kejiwaan manusia yang rusak. Teuku Rifnu Wikana menghadirkan performa mengerikan sebagai figur antagonis yang bersekutu dengan kegelapan. Tatapan mata kosong, gerak-gerik janggal, dan tawa dinginnya menyuntikkan rasa jijik sekaligus ngeri. Film ini dengan lantang menegaskan premis filosofisnya: monster terkelam di muka bumi bukanlah sosok gaib berwujud ganjil, melainkan manusia yang mematikan rasa kemanusiaannya sendiri demi memuaskan nafsu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Zidane Buka Era Baru Pranci...
Ekonomi
Jamkrida Diminta Jadi Pengg...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.