Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 12.489 Orang Dievakuasi

Jumat, 23 Okt 2026, 13:50 WIB

LHASA - Setidaknya 16 orang tewas dan 65 lainnya luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan M7,0 melanda Kabupaten Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok barat daya, pada Kamis (22/10) malam pukul 22.33, kata pihak berwenang setempat pada hari Jumat (23/10).

Di antara korban luka, 11 orang dalam kondisi serius, sementara 54 orang mengalami luka ringan, menurut markas penanggulangan gempa kota tersebut yang dikutip media pemerintah Xinhua.

Ket. Foto: Foto yang dirilis Kantor Berita Xinhua ini memperlihatkan petugas pemadam kebakaran memeriksa rumah-rumah di desa yang terkena gempa di Kabupaten Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok, pada Jumat, 23 Oktober 2026. — Sumber: AP/Xinhua

Per pukul 10 pagi hari Jumat, 12.489 warga telah dievakuasi. Upaya penyelamatan dan bantuan, serta pemukiman kembali warga yang terdampak, sedang berlangsung, menurut kantor pusat.

Kereta penumpang di bagian jalur kereta api Qinghai-Xizang yang terkena gempa kembali beroperasi dengan kecepatan yang dikurangi pada Jumat pagi, menurut China Railway Qinghai-Xizang Group Co., Ltd.

State Grid Xizang Electric Power Co., Ltd. menyatakan, hingga pukul 10 pagi, aliran listrik telah pulih di 1.937 rumah tangga di daerah yang terkena gempa di Kabupaten Baqen.

Bantuan korban gempa yang dialokasikan oleh pihak berwenang di berbagai tingkatan telah tiba di zona yang terkena gempa, termasuk 1.000 set rumah prefabrikasi, lebih dari 3.200 tenda, lebih dari 2.800 tempat tidur lipat, dan kebutuhan sehari-hari lainnya seperti selimut, kompor, dan pakaian.

Daerah di sekitar pusat gempa memiliki ketinggian rata-rata lebih dari 4.800 meter. Suhu di sana akan turun hingga minus sembilan derajat Celcius selama tiga hari ke depan, dengan salju yang diperkirakan turun sesekali pada hari Sabtu di tiga kota kecil di dekat pusat gempa, menurut otoritas prakiraan cuaca setempat.

Presiden Tiongkok Xi Jinping telah memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan besar-besaran untuk para korban hilang dan perawatan medis segera bagi para korban luka setelah gempa bumi M7,0 melanda kabupaten di Wilayah Otonomi Tibet, pada Kamis malam.

Xi, dalam sebuah instruksi penting mendesak agar segala upaya dilakukan untuk meminimalkan korban jiwa.

Mengingat daerah yang terdampak berada di dataran tinggi dengan suhu rendah, Xi menekankan perlunya memantau aktivitas seismik dan kondisi cuaca secara cermat untuk mencegah bencana sekunder.

Xi mengatakan, upaya harus dilakukan untuk menampung warga yang terdampak dengan layak, memperbaiki infrastruktur yang rusak secepat mungkin, dan melindungi nyawa serta harta benda masyarakat.

Perdana Menteri Li Qiang, menyerukan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana yang solid.

Kementerian Manajemen Darurat dan pihak berwenang di Xizang telah memobilisasi sumber daya untuk operasi penyelamatan dan bantuan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.