- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mahasiswa Prancis Ancam La...
Mahasiswa Prancis Ancam Lanjutkan Protes meski Pemerintah Beri Konsesi
Selasa, 27 Okt 2026, 17:42 WIBPARIS â Para pemimpin mahasiswa Prancis pada Selasa (27/10) berjanji melanjutkan aksi protes meskipun pemerintah Presiden Emmanuel Macron telah memberikan sejumlah konsesi di bidang pendidikan. Aksi tersebut terus menekan pemerintah seiring meluasnya gerakan protes yang melibatkan serikat pekerja dan aktivis rompi kuning.
Pemerintah Prancis sebelumnya telah berkomitmen membatasi jumlah siswa di beberapa kelas sekolah menengah atas. Pemerintah juga menyiapkan pinjaman sebesar 4 miliar euro (Rp81,1 triliun) untuk renovasi sekolah.
Selain itu, pemerintah juga berencana mengganti sistem penerimaan mahasiswa baru pada 2028. Sistem penerimaan mahasiswa baru tersebut selama ini dinilai mahasiswa tidak adil secara sosial.
Namun, para pemimpin mahasiswa menilai sejumlah tuntutan mereka belum sepenuhnya dipenuhi oleh pemerintah. Paket kebijakan pemerintah juga mencakup investasi sebesar 1 miliar euro (Rp20,2 triliun) untuk kampus-kampus universitas.
Selain itu, bantuan mahasiswa akan ditingkatkan mengikuti tingkat inflasi dan pemerintah akan menambah 15.000 tempat bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengatakan pemerintah perlu mengurangi tekanan yang dirasakan oleh sistem pendidikan.
Namun, pemerintah belum mengumumkan total anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai seluruh kebijakan tersebut. Tingginya kebutuhan pinjaman negara turut mempersulit pembahasan anggaran Prancis untuk tahun depan.
Aksi protes dipicu oleh ketidakpuasan mahasiswa belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir setelah kekerasan melanda puluhan kota sembilan hari sebelumnya. Situasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintah kehilangan kendali atas ketertiban di jalanan.
Macron memperkirakan kerusuhan dapat kembali terjadi pada akhir pekan berikutnya, Sabtu (31/10). Aksi protes nasional yang lebih besar juga dijadwalkan berlangsung pada 5 November.
Macron mengatakan pemerintah akan mempertahankan langkah-langkah keamanan. Ia juga berupaya mengalihkan lokasi demonstrasi agar tidak berlangsung di pusat-pusat kota.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan sebanyak 1.435 orang ditangkap selama demonstrasi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Polisi juga mencatat bentrokan antara kelompok terorganisasi sayap kanan jauh dan aktivis sayap kiri radikal di sejumlah kota.
Meski demikian, para pelaku usaha memperingatkan bahwa kerusuhan masih menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Kepala jaringan Kamar Dagang dan Industri Prancis (CCI France), Alain Di Crescenzo, mengatakan banyak toko tetap tutup.
Ia menambahkan, para pemilik toko mulai kelelahan dan kehilangan semangat akibat situasi tersebut. Menurut dia, kerusuhan yang berkepanjangan turut mengancam keberlangsungan kegiatan perdagangan lokal. ils/I-1
- Unjuk Rasa
- Emmanuel Macron
- Demo di Prancis
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Penjarahan Terjadi di Sejumlah Kota Besar di Prancis
-
Jumilah Joss Tenan Tangani 870 Kilogram Sampah Plastik Residu per Hari
-
InJourney Jadikan MotoGP Pertamina Grand Prix Dorong Pertumbuhan UMKM dan Pariwisata yang Bermanfaat bagi Masyarakat
-
Sekolah di Kota Banjar Ambruk akibat Kontur Tanah yang Labil
-
Karhutla Belum Teratasi, Menko Polkam Ambil Langkah Ini demi Keselamatan Petugas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.