ICE BSD City Catat 3.300 Acara dan 18,9 Juta Pengunjung Sejak 2015

Selasa, 20 Okt 2026, 11:52 WIB

TANGERANG — Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City memperkuat posisinya sebagai venue untuk penyelenggaraan acara berskala besar dan internasional melalui pengembangan kapasitas ruang, kesiapan operasional, sistem keselamatan, serta dukungan ekosistem kawasan BSD City.

Sejak beroperasi pada 2015 hingga Oktober 2026, ICE BSD City telah menjadi lokasi penyelenggaraan lebih dari 3.300 acara dan menerima lebih dari 18,9 juta pengunjung. Berbagai kegiatan yang berlangsung di venue tersebut mencakup pameran, konferensi, acara perusahaan, konser, kegiatan olahraga, hingga acara internasional dengan kebutuhan operasional yang beragam.

Ket. Foto: Pengunjung sebuah konser yang digelar di ICE BSD City. Venue ini telah menjadi lokasi lebih dari 3.300 acara dengan 18,9 juta pengunjung sejak 2015, didukung kapasitas ruang, kesiapan operasional, dan sistem keselamatan. — Sumber: ICE BSD City

General Manager ICE BSD City Siti Karmila mengatakan, pengalaman menangani ribuan acara memberikan pemahaman mengenai berbagai aspek yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan, terutama yang memiliki skala dan tingkat kompleksitas tinggi.

“Pengalaman menangani ribuan event membentuk pemahaman kami bahwa venue bukan hanya soal kapasitas ruang. Yang sama pentingnya adalah kesiapan operasional, kompetensi tim, sistem keselamatan, akses, dan kemampuan mengelola berbagai kebutuhan secara bersamaan. Faktor-faktor tersebut menjadi semakin penting ketika skala dan kompleksitas sebuah acara meningkat,” ujar Karmila.

ICE BSD City memiliki 10 exhibition hall dengan total luas sekitar 50.000 meter persegi, convention hall seluas 4.000 meter persegi, 33 ruang pertemuan, serta area luar ruang yang dapat digunakan untuk berbagai format kegiatan. Fasilitas tersebut memungkinkan penyelenggara mengadakan pameran, konferensi, pertemuan bisnis, sesi jejaring, peluncuran produk, dan kegiatan lain dalam satu kawasan.

Selain ruang acara, ICE BSD City menyediakan layanan pengelolaan acara terintegrasi, layanan makanan dan minuman serta pengelolaan tenant, bonded warehouse, ruang VIP, ruang ibadah, ruang medis, galeri ATM, toko swalayan, layanan valet mandiri, dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik. Berbagai fasilitas tersebut ditujukan untuk menunjang kebutuhan penyelenggara sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.

Kesiapan Operasional dan Keselamatan

Untuk mendukung penyelenggaraan acara berskala besar, ICE BSD City melakukan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas secara berkala. Upaya tersebut mencakup pembaruan area venue serta pemeriksaan fasilitas keselamatan gedung, seperti sistem penyiram air, hidran, dan detektor kebakaran.

Tim Occupational Health and Safety (OHS) ICE BSD City juga melakukan pengawasan bersama penyelenggara acara atau event organizer (EO) sejak tahap persiapan dan penataan lokasi (set-up), hari pelaksanaan (show day), hingga pembongkaran (dismantle). Pengawasan ini mencakup penerapan standar keselamatan kerja, termasuk penggunaan alat pelindung diri, helm keselamatan, dan sabuk pengaman tubuh untuk pekerjaan di ketinggian.

Ketentuan keselamatan disampaikan kepada penyelenggara dan peserta pameran melalui pertemuan teknis sebelum acara berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar pihak-pihak yang terlibat memahami prosedur operasional dan keselamatan yang harus diterapkan selama kegiatan.

Dalam aspek penanganan keadaan darurat, ICE BSD City memiliki Emergency Response Team yang berkoordinasi dengan EO untuk mendukung mitigasi risiko dan respons selama acara. Kesiapan keselamatan juga diperkuat melalui pelatihan keselamatan kebakaran, simulasi evakuasi, serta pelatihan dan sertifikasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

ICE BSD City turut menjalin koordinasi rutin dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memperoleh masukan dan memperkuat kesiapan sistem keselamatan venue. Untuk acara yang membutuhkan dukungan khusus, fasilitas tanggap darurat dapat mencakup mobil pemadam kebakaran, ambulans, tenaga medis, serta personel yang bertanggung jawab atas koordinasi penanganan keadaan darurat.

Pengelolaan kerumunan dan keamanan disesuaikan dengan karakteristik serta skala masing-masing acara. Tim keamanan venue berkoordinasi dengan petugas keamanan dari EO, sementara prosedur yang harus dipatuhi sejak tahap persiapan hingga pembongkaran disampaikan dalam pertemuan teknis.

Pengalaman dan Ekosistem Kawasan

Di tengah bertambahnya pilihan venue di Indonesia, pengalaman operasional menjadi salah satu pertimbangan penyelenggara, terutama untuk acara yang melibatkan banyak peserta, kebutuhan teknis yang kompleks, serta koordinasi berbagai layanan secara bersamaan.

Menurut Karmila, kebutuhan penyelenggara acara terus berkembang sehingga venue perlu mengakomodasi beragam kebutuhan melalui fleksibilitas ruang, keselamatan, kesiapan tim, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung.

“Kami melihat kebutuhan penyelenggara terus berkembang. Karena itu, ICE BSD City berfokus pada hal-hal yang secara langsung mendukung kelancaran event, mulai dari fleksibilitas ruang, keselamatan, kesiapan tim, aksesibilitas, hingga fasilitas pendukung di kawasan. Fokus kami adalah memastikan setiap elemen venue dapat bekerja sebagai satu ekosistem untuk mendukung kebutuhan acara secara efektif,” katanya melalui siaran pers pada hari Selasa (20/10/2026).

Dukungan kawasan BSD City menjadi salah satu aspek yang diandalkan ICE BSD City dalam melayani penyelenggaraan acara. Integrasi venue dengan berbagai fasilitas di kawasan tersebut diharapkan dapat membantu penyelenggara mengatur kebutuhan acara secara lebih efisien.

Dengan rekam jejak lebih dari 3.300 acara dan 18,9 juta pengunjung, serta dukungan kapasitas ruang, kesiapan operasional, dan sistem keselamatan, ICE BSD City terus mengembangkan perannya sebagai lokasi penyelenggaraan acara berskala nasional maupun internasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.