- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Undang Putin Hadiri KTT...
AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump
Kamis, 24 Sep 2026, 05:23 WIBWASHINGTON DC - Amerika Serikat mengundang Presiden Russia, Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 yang dijadwalkan berlangsung di Miami, Florida, pada Desember 2026.
Undangan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio setelah bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (23/9).
âKami telah mengundang Presiden Putin ke G20. Kami pikir ini adalah kesempatan baginya untuk berinteraksi tidak hanya dengan Presiden Trump, tetapi juga dengan para pemimpin dunia lainnya. Kami berharap dia akan menerima undangan tersebut,â kata Rubio.
Dari The Guardian, kehadiran Putin akan menjadi perkembangan penting karena pemimpin Rusia itu belum menghadiri KTT G20 secara langsung sejak 2019. Putin sempat mengikuti salah satu sesi G20 secara virtual pada 2023.
KTT G20 tahun ini dijadwalkan berlangsung di Trump National Doral, klub golf milik Presiden AS Donald Trump di Miami.
Rubio mengatakan Trump tetap terbuka untuk bertemu Putin dalam forum lain. Menurut dia, Trump bersedia bertemu dengan pihak yang memiliki perbedaan pandangan jika pertemuan tersebut memiliki tujuan untuk menyelesaikan persoalan.
âUntuk menyelesaikan masalah, Anda harus bertemu dengan orang-orang yang tidak Anda setujui,â ujar Rubio.
Undangan tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran dari Ukraina dan sejumlah negara Eropa. Russia memang masih menjadi anggota G20, tetapi hubungan Moskow dengan negara-negara Barat memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Sejumlah pejabat Eropa sebelumnya juga menunjukkan keberatan terhadap keterlibatan Rusia dalam pertemuan G20. Pada Agustus lalu, sejumlah pejabat ekonomi Eropa menolak berpose dalam foto bersama Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov dalam pertemuan kelompok tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya menyatakan siap menghadiri KTT G20 dan bahkan bertemu langsung dengan Putin apabila pemimpin Rusia itu hadir.
âKita harus datang. Kita harus bertemu, berbicara, dan membuat keputusan,â kata Zelenskyy kepada Deutsche Welle.
Zelenskyy juga mendesak negara-negara dunia untuk terus menekan pendapatan Rusia dan membatasi kemampuan Moskow dalam membiayai perang.
Di sisi lain, Trump tengah berupaya mendorong gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, termasuk pembahasan penghentian sementara serangan terhadap fasilitas energi.
Trump dan Zelenskyy bertemu di sela-sela Sidang PBB pada Selasa (22/9) untuk membahas upaya mengakhiri perang. Zelenskyy mengatakan Ukraina siap melanjutkan pembicaraan, meski menurutnya Rusia belum menunjukkan kesiapan yang sama.
Sementara itu, pertempuran masih berlangsung. Rusia terus melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah Ukraina, sementara Ukraina meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi dan kilang minyak di Rusia.
Pada Rabu, Kyiv juga kembali menjadi sasaran serangan drone. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan ledakan berdampak pada sejumlah fasilitas, termasuk sebuah stasiun pengisian bahan bakar, gudang, pusat bisnis, dan infrastruktur transportasi. Satu orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya terluka.
Di tengah upaya diplomatik tersebut, Kongres AS juga telah mengesahkan rancangan undang-undang sanksi terhadap Rusia yang memberi kewenangan kepada Trump untuk mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap negara-negara yang membeli ekspor energi Rusia, termasuk China dan India.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Nikmati Konten Musik Lintas Bahasa dengan Earbuds Berteknologi AI Translator
-
Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
-
Microsoft Setop Menggunakan Teknisi yang Berbasis di Tiongkok
-
Khofifah Dorong UINSA Menjadi Teaching Industry untuk Kuatkan Industri Halal di Jatim
-
Tanpa Riset dan Modal, Ekonomi Transmigrasi NTT Cuma Jalan di Tempat!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.