Begini Jurus KKP Tangkal Mitos Negatif Makan Ikan

Rabu, 02 Jul 2025, 17:38 WIB

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kikis mitos bahaya makan ikan, seperti bisa menyebabkan cacingan dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Sumatera Selatan. Gerakan ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan perempuan baru menikah di Palembang dan Banyuasin mengingat minimnya minat anak-anak mengonsumsi ikan.

"Mungkin karena adanya anggapan lama bahwa makan ikan bisa menyebabkan cacingan, ini adalah pola pikir yang harus kita ubah bersama," terang Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah di Jakarta, Selasa (1/7).

Ket. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Sumatera Selatan, Selasa (1/7) — Sumber: KKP

Merujuk data Kementerian Kesehatan, Tornanda merinci prevalensi stunting secara nasional tahun 2024 mencapai 19,8%. Angka ini berarti dari setiap 100 balita, 20 diantaranya mengalami stunting. Sementara di Provinsi Sumatera Selatan, angka stunting tercatat sebesar 15,9%, atau sekitar 16 balita dari setiap 100. Khusus Kabupaten Banyuasin, berdasarkan data tahun 2023, angka stuntingnya mencapai 20,4%.

"Ini menjadi tugas kita bersama untuk menurunkan angka tersebut, salah satunya dengan bangga dan gemar makan ikan," tuturnya.

Sebagai daerah penghasil ikan di Sumatera Selatan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budi daya, Tornanda mendorong agar terdapat Kampung Nelayan/Budidaya Merah Putih di Kabupaten Banyuasin. Dia pun berharap agar kampung tersebut bisa terwujud dalam beberapa waktu mendatang.

Percontohan KNMP

"Tentunya dengan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan dan sudah disampaikan oleh pemerintah terkait, termasuk oleh Bu Cici (anggota Komisi IV DPR)," tutur Tornanda.

Senada, Anggota Komisi IV DPR RI, Kartika Sandra Desi menegaskan dukungannya pada program Gemarikan. Legislator asal Sumsel mengakui dulu sering ditakut-takuti jika makan ikan menyebabkan cacingan. Karenanya, ketika sudah dewasa, dan punya penghasilan, dia dan rekan-rekan sebayanya seakan "balas dendam" dan justru suka ikan.

"Warga Sumsel, dari melek mata sampai tidur, kami ini memang gemar makan ikan. Hanya saja, yang paling senang makan ikan biasanya adalah yang sudah berusia, seperti kita-kita ini," ujar Kartika.

Sosok yang akrab disapa Cici ini menjabarkan keunggulan ikan, diantaranya harga lebih terjangkau, kaya akan gizi omega-3, protein, vitamin untuk otak dan tulang. Dia pun mendukung agar Banyuasin bisa memiliki Kampung Nelayan Budidaya.

"Ini akan sangat membantu mendukung program Gemarikan di Banyuasin. Maka dari itu, Pak Bupati dan semua pihak yang hadir, kami mohon dukungan penuh agar Banyuasin bisa menjadi Kampung Nelayan Merah Putih," tutupnya.

Sebagai informasi, dalam safari Gemarikan sebanyak 500 paket produk perikanan dibagikan di masing-masing lokasi kepada kelompok rentan stunting seperti ibu hamil, menyusui, dan balita. Sehingga program ini tidak hanya membuka akses pasar bagi pelaku usaha kecil perikanan, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM produk perikanan, terutama di sektor hilir.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan adalah melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dengan harapan, pemenuhan gizi masyarakat terpenuhi, sekaligus membantu kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.