Influenza A, Kenali dan Simak Bagaimana Bahayanya!
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 20:10 WIB | Oleh: OpikInfluenza juga dapat memperburuk penyakit yang sebelumnya sudah dimiliki seseorang, misalnya asma atau penyakit paru dan jantung.
Karena itu, anggapan bahwa influenza hanya "flu biasa" tidak selalu tepat. Risiko penyakitnya sangat bergantung pada kondisi orang yang terinfeksi.
Bagaimana dengan influenza A(H3N2) subclade K?
Nama influenza A(H3N2) subclade K juga sempat ramai diperbincangkan di Indonesia sepanjang 2026.
Kementerian Kesehatan sebelumnya menerbitkan surat edaran khusus mengenai penanggulangan influenza A(H3N2) subclade K. Dokumen tersebut mencatat bahwa subclade K pertama kali terdeteksi di Indonesia pada September 2025 dan hingga 10 Januari 2026 telah ditemukan 74 kasus di 13 provinsi. Kemenkes juga mencatat mayoritas kasus menunjukkan gejala ringan hingga sedang.
Dalam laporan surveilans terbaru hingga 19 September 2026, Kemenkes masih mencatat keberadaan H3N2 subclade K di 13 provinsi. Namun, data surveilans juga menunjukkan tidak ada kasus influenza positif yang dirawat di ICU pada minggu ke-36 di rumah sakit sentinel yang diperiksa.
Artinya, istilah subclade K tidak otomatis berarti seseorang akan mengalami penyakit berat. Tingkat keparahan tetap dipengaruhi kondisi individu, usia, penyakit penyerta dan berbagai faktor lainnya.
Kapan harus ke dokter?
Flu biasanya dapat membaik dengan istirahat dan asupan cairan yang cukup. Namun, masyarakat perlu lebih waspada jika gejala justru semakin berat atau tidak kunjung membaik.
Kesulitan bernapas, sesak, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, pusing berat, tubuh sangat lemas, dehidrasi atau kondisi yang sempat membaik kemudian kembali memburuk merupakan tanda yang perlu mendapat perhatian medis.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik setelah lebih dari tiga hari.
Kelompok berisiko seperti anak kecil, lansia, ibu hamil dan orang dengan penyakit penyerta juga sebaiknya tidak menunggu sampai gejalanya menjadi berat untuk berkonsultasi. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!