Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hotel di Bali Ramai Dijual, Benarkah Pariwisata Mulai Lesu?

📅 Senin, 21 Sep 2026, 16:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hotel di Bali Ramai Dijual, Benarkah Pariwisata Mulai Lesu? Doc: Antara
Ket. Gubernur Bali Wayan Koster respons soal isu sejumlah hotel dijual, Denpasar, Senin (21/9).

Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menugaskan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Badung serta Dinas Perizinan guna mendata kebenaran isu bahwa sejumlah hotel di Bali mulai dijual.

"Saya lagi menugaskan Kadis Pariwisata Bali untuk koordinasi sama Dinas Pariwisata Badung dan juga Dinas Perizinan untuk mendata mengenai informasi terkait sejumlah hotel yang dijual," kata Koster di Denpasar, Senin (21/9).

Kabar soal penjualan aset akomodasi pariwisata  belakangan viral, sejumlah hotel di berbagai kabupaten menawarkan akomodasinya dari harga puluhan miliar hingga ratusan miliar, diduga perusahaan mengalami kebangkrutan hingga penurunan tingkat kunjungan wisatawan.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov Bali memastikan bahwa sektor pariwisata di Pulau Dewata saat ini berada dalam kondisi yang normal, stabil, dan bertumbuh secara positif tanpa ada penurunan yang signifikan.

Berdasarkan data statistik harian, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tercatat stabil di angka 20.000 hingga 24.000 orang per hari.

Sementara itu, kedatangan wisatawan domestik atau nusantara berkisar antara 12.000 sampai 14.000 orang setiap harinya.

Gubernur Koster menyampaikan dengan angka kunjungan yang konsisten tersebut, dinamika pariwisata daerah dinilai tidak menghadapi kendala berarti apalagi menyebabkan hotel dilego.

Terkait adanya beberapa hotel yang dilego, gubernur memperkirakan bahwa langkah penjualan atau penutupan tersebut murni berkaitan dengan dinamika internal bisnis perusahaan, bukan karena lesunya industri pariwisata Bali.

Seringkali, sebuah entitas bisnis memiliki jaringan usaha lintas daerah di luar Bali yang mengalami tekanan finansial berat, sehingga keuntungan dari operasional di Bali tersedot untuk menutupi kerugian di cabang lain.

“Pariwisata naik kok, ini pasti kaitannya dengan bisnis mereka, sebelum-sebelumnya ada kejadian bisnisnya tidak hanya di Bali, di Balinya bagus tapi di luar Balinya dia berat, akhirnya keuntungan di sini tersedot ke sana, tidak tahan, tutup yang di sini, dijual,” ujar Gubernur Bali.

Selain itu, Pemprov Bali juga menepis anggapan bahwa fenomena hotel dijual disebabkan oleh masalah kelebihan kamar akibat pembangunan hotel yang terlalu masif.

Menurut Koster, tingkat keterisian kamar secara keseluruhan masih terpantau baik selama manajemen bisnis dijalankan dengan benar dan profesional.

Pada hotel berbintang, ia bahkan menyebut keterisian saat ini di angka 80-90 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Limbah Galon Dimanfaatkan u...

Siswa di Kendari Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.