Bromo Kembali Dibuka, Wisatawan Bisa Liburan Lagi Pascakebakaran
Jumat, 18 Sep 2026, 21:15 WIBMALANG â Gunung Bromo tak pernah kehabisan daya tarik untuk wisatawan yang ingin menikmati lanskap alam sekaligus merasakan pengalaman khas pegunungan.
Dari berburu matahari terbit, menjelajahi lautan pasir, hingga mengunjungi kawah Bromo, aktivitas wisata di kawasan ini terus menjadi magnet bagi wisatawan.
Di balik ramainya kunjungan, geliat pariwisata Bromo juga menjadi penggerak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai Sabtu (19/9), membuka kembali aktivitas wisata di Gunung Bromo setelah kondisi dinyatakan aman, pascakebakaran yang sempat melanda kawasan tersebut.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (18/9), menyampaikan, dibukanya kawasan Bromo bagi wisatawan diputuskan setelah melaksanakan peninjauan terhadap beberapa aspek, diantaranya keselamatan, daya dukung kawasan, hingga keberlangsungan perekonomian masyarakat.
"Kawasan wisata Bromo dapat dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan mulai Sabtu (19/9) pukul 00.01 WIB," kata Rudi.
Keputusan yang diambil oleh Balai Besar TNBTS terkait aktivitas wisata telah dituangkan melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.25/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 tentang Pembukaan Kembali Kawasan Wisata Bromo.
Rudi menyampaikan bagi wisatawan yang telah memiliki tiket kunjungan untuk periode 19-30 September 2026 dapat memasuki kawasan Bromo sesuai tanggal tercantum.
"Jadi tanpa perlu melakukan pembelian tiket kembali dan tiket itu tidak dapat di reschedule maupun refund," ujarnya.
Selain itu, berdasarkan data dari Balai Besar TNBTS, adapun total wisatawan yang telah melakukan pengajuan refund tiket maupun reschedule kunjungan sebanyak 200 transaksi per kelompok wisata.
Setiap kelompok wisata rata-rata memiliki jumlah anggota berkisar empat sampai enam orang.
Pihak yang mengajukan pengembalian uang tiket dan penjadwalan ulang kunjungan adalah wisatawan yang direncanakan berkunjung ke Gunung Bromo, pada 12-18 September 2026 tetapi batal karena penutupan kawasan akibat peristiwa kebakaran.
Selama periode tersebut, TNBTS memperkirakan Bromo akan dikunjungi sebanyak 2.429 orang. Sedangkan, kuota kunjungan per hari 2.752 orang.
Rudi pun mengimbau kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo supaya tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuat perapian dan membuang puntung rokok.
"Segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api, maupun kondisi lain yang bisa memicu kebakaran," tuturnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis
-
Berikan Rasa Aman, TNI-Polri Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Banjarmasin
-
39 Pompa Air Seberat 12,9 Ton Tiba di Kaltim, Perkuat Penanganan Karhutla.
-
Pak Kades Jadi Tersangka Pembunuhan, Dua Pelaku Lain Masih Buron
-
Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.