• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tangkal Modus Fraud Berbas...

Tangkal Modus Fraud Berbasis Sesi, Krom Bank Gandeng Shield Perkuat Keamanan Perbankan Digital

Rabu, 07 Okt 2026, 17:58 WIB

JAKARTA — PT Krom Bank Indonesia Tbk (“Krom Bank”), anak perusahaan Kredivo Group sekaligus salah satu bank digital paling inovatif di Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis dengan platform fraud intelligence global, Shield.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pertahanan berlapis terhadap serangan pengambilalihan akun (account takeover / ATO) yang kian canggih, sekaligus menekan praktik berbagi akun terlarang demi menjaga standar keamanan serta privasi layanan perbankan digital.

Ket. Foto: Logo Krom Bank Indonesia dan Shield. Kedua bermitra dalam manfaatkan Device-First Fraud Intelligence untuk tingkatkan deteksi pengambilalihan akun hingga 10 kali lipat secara real-time. — Sumber: Krom Bank Indonesia

Beroperasi di salah satu lanskap perbankan digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia, Krom Bank berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang aman dan transparan bagi nasabah ritel maupun UMKM. Kendati demikian, pesatnya adopsi digital turut dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber (fraud) dengan teknik serangan yang semakin terkoordinasi.

Salah satu ancaman paling marak saat ini melibatkan distribusi aplikasi palsu atau berbahaya yang menyamar sebagai lembaga tepercaya melalui platform pesan instan dan media sosial. Setelah terpasang, korban dipancing untuk masuk (login) ke akun bank, sehingga pelaku dapat mengambil alih sesi aktif menggunakan fitur berbagi layar (screen-sharing) dan pengoperasian jarak jauh. Di Indonesia, modus ini sering kali mengeksploitasi kepalsuan identitas digital resmi seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Tidak hanya itu, sindikat penipuan kini mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) seperti deepfakes untuk menyamar sebagai karyawan bank, pejabat pemerintah, atau kerabat dekat. Di luar ancaman eksternal tersebut, Krom Bank juga mengidentifikasi tren peningkatan account sharing yang memicu risiko kepatuhan (compliance) di sektor perbankan.

Perkuat Framework dengan Device-First Fraud Intelligence

Menghadapi modus operandi berbasis sesi (session-based fraud) yang dinamis, solusi pengamanan aplikasi statis seperti app hardening dinilai belum cukup untuk mendeteksi ancaman baru yang terus berevolusi. Untuk itu, Krom Bank memperbarui framework pencegahan penipuannya dengan mengintegrasikan solusi Device-First Fraud Intelligence dari Shield guna memperoleh visibilitas real-time terhadap perilaku perangkat di sepanjang sesi aktif nasabah.

Melalui teknologi ini, Krom Bank berhasil mencatatkan pencapaian signifikan di mana seluruh upaya screen sharing berhasil terdeteksi, mencatatkan peningkatan hingga 10 kali lipat dalam deteksi pengambilalihan akun (ATO), peningkatan hingga 50 kali lipat dalam deteksi account sharing, serta proses deteksi aktivitas penipuan yang berjalan 95% lebih cepat.

Fondasi utama sistem ini didukung oleh Shield Device ID yang mampu mengidentifikasi setiap perangkat fisik secara unik dan persisten dengan tingkat akurasi di atas 99,9%, bahkan setelah perangkat dikembalikan ke pengaturan pabrik (factory reset) atau mengalami kloning aplikasi. Teknologi ini diperkaya oleh lebih dari 20 indikator risiko real-time untuk menangkal perangkat lunak akses jarak jauh, deepfake, hingga rekayasa sosial berbasis AI sejak detik pertama diaktifkan.

Komitmen Keamanan dan Privasi Nasabah

Co-Founder & CTO Krom Bank, Tan Alie, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah krusial dalam menghadirkan perlindungan menyeluruh bagi nasabah tanpa mengorbankan pengalaman pengguna (user experience).

“Seiring dengan semakin canggihnya teknologi fraud berbasis AI yang dihadapi Krom Bank, kami melihat bahwa solusi app hardening statis saja tidak cukup. Shield hadir sebagai lapisan pertahanan yang penting dalam memberikan perlindungan menyeluruh, sehingga Krom Bank dapat mendeteksi dan menghentikan berbagai ancaman dari awal tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna,” ujar Tan Alie melalui keterangan resmi pada Rabu (7/10/2026).

Senada dengan hal tersebut, Founder & CEO Shield, Justin Lie, menambahkan bahwa kejahatan siber modern tidak terjadi dalam sekejap, melainkan berkembang sepanjang sesi berlangsung.

“Shield memberikan kemampuan bagi bank seperti Krom Bank untuk mengidentifikasi setiap perangkat dan mendeteksi setiap tools berbahaya secara real-time, sehingga memperkuat deteksi fraud dengan tetap mengutamakan privasi dan kepercayaan nasabah,” ujar Justin.

  • Krom Bank Indonesia
  • Krom Bank
  • Account Takeover (ATO)
  • Shield
  • Keamanan Perbankan Digital
  • Fraud Intelligence
  • Device-First Fraud Intelligence
  • Perbankan Digital Indonesia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.