Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Jepang Makin Dominan, Sagu RI Dipacu Tembus Pasar Global

5 Kamis, 05 Nov 2026, 17:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Jepang Makin Dominan, Sagu RI Dipacu Tembus Pasar Global Pasar Jepang Makin Dominan, Sagu RI Dipacu Tembus Pasar Global Doc: ANTARA/ Sakti Karuru.
Ket. Ilustrasi - Warga memeras hasil parutan batang sagu saat pembuatan tepung sagu di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Jayapura, Papua.

JAKARTA – Peningkatan ekspor sagu membuka peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan komoditas pangan lokal sebagai sumber devisa sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

Namun, potensi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku, melainkan harus didukung peningkatan produktivitas, kualitas, kontinuitas pasokan, dan hilirisasi agar menghasilkan nilai tambah lebih besar.

Pemerintah perlu memperkuat ekosistem industri sagu dari hulu hingga hilir sehingga ekspor tidak sekadar menjual bahan mentah, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat diversifikasi pangan nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyebut Jepang menjadi pasar utama ekspor sagu Indonesia dengan pangsa pasokan pati sagu mencapai 14 persen pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sarmuji mengatakan peningkatan ekspor sagu Indonesia ke Jepang menunjukkan perkembangan positif karena sebelumnya pada 2021 kontribusi Indonesia terhadap kebutuhan pati sagu Jepang hanya sebesar 2 persen.

"Ekspor sagu lebih banyak ke Jepang, data terbaru 2025 baru 14 persen kebutuhan sagu Jepang yang kita suplai dari Indonesia, tetapi itu menunjukkan peningkatan," kata Sarmuji ditemui usai usai membuka kegiatan Sago Business Forum 2026 di Jakarta, Kamis (5/11).

Menurut dia, kenaikan pangsa pasar tersebut berlangsung bertahap dengan capaian tujuh persen pada 2022, delapan persen pada 2023, sembilan persen pada 2024, dan meningkat menjadi 14 persen pada 2025.

Sarmuji menjelaskan peluang ekspor sagu Indonesia ke Jepang masih sangat besar karena kebutuhan impor pati sagu negara tersebut mencapai 10,5 juta pada 2025 atau meningkat 35 persen dibandingkan 2021.

Dia menilai peningkatan pangsa pasar sagu Indonesia di Jepang menunjukkan peluang besar bagi produk pati sagu nasional untuk memperkuat posisi melalui hilirisasi, investasi, dan perluasan akses pasar ekspor.

"Tentu saja peningkatan pangsa pasar tersebut menunjukkan semakin besarnya peluang bagi produk pati sagu Indonesia untuk memperkuat posisinya di pasar Jepang," tuturnya.

Untuk mempercepat peluang tersebut, pemerintah mendorong penguatan kemitraan antara pelaku industri sagu Indonesia dan Jepang melalui berbagai kerja sama yang dapat membuka akses pasar lebih luas.

Sarmuji menyampaikan terdapat pihak dari Jepang yang siap menjadi penghubung kerja sama kedua negara khusus sektor sagu, termasuk membantu menjembatani kebutuhan informasi mengenai komoditas tersebut.

"Kita akan dorong melalui kemitraan. Tadi ada yang siap menjadi jembatan, Profesor dari Jepang tadi, siap menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang khusus untuk sagu, bahkan berani mendeklarasikan, 'Tanya apa saja ke kami tentang sagu,' katanya. Itu luar biasa itu," ucap Sarmuji.

Menurut dia, pengembangan industri sagu nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk investor, pelaku usaha, pemerintah daerah, serta mitra internasional untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Sarmuji berharap kegiatan Sagu Business Forum 2026 dapat menjadi wadah memperkuat hubungan industri Indonesia dan Jepang melalui promosi potensi, peluang investasi, serta pengembangan teknologi pengolahan sagu nasional.

Dia juga mengundang pelaku industri dan investor Jepang untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan industri sagu Indonesia, terutama di wilayah penghasil komoditas tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Idgitaf Berhasil Boyong Tiga Piala AMI Awards 2026

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Idgitaf Berhasil Boyong Tig...

BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BPBD Bandung Petakan Wilaya...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.