Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunungkidul Benahi Layanan Kesehatan, Program Diminta Berbasis Masalah Warga

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Gunungkidul Benahi Layanan Kesehatan, Program Diminta Berbasis Masalah Warga Doc: Dok. Antara

GUNUNGKIDUL—Penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), angka kematian ibu (AKI), hingga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi sasaran pembenahan layanan kesehatan di Kabupaten Gunungkidul melalui program prioritas “Warga Sehat”. Program yang disiapkan untuk 2028 itu diarahkan menggunakan data masyarakat agar anggaran benar-benar menjawab persoalan kesehatan di lapangan.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta perangkat daerah, panewu, hingga lurah tidak terjebak pada rutinitas rapat dan program yang berulang setiap tahun. Penyusunan kegiatan diminta menggunakan pendekatan dari bawah ke atas atau bottom-up berdasarkan persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

“Kita juga harus menghentikan pola program copy-paste untuk menjamin setiap alokasi anggaran memberikan dampak langsung yang terukur.” tegas Bupati dalam arahannya.

Arahan tersebut disampaikan dalam Paparan Rancangan Kegiatan Program Daerah Tahun 2028, Senin malam (12/10/2026). Dalam sektor kesehatan, penggunaan data yang presisi dinilai diperlukan agar perencanaan anggaran selaras dengan kebutuhan penanganan masalah kesehatan masyarakat.

Di tengah keterbatasan APBD, Pemkab Gunungkidul juga mengandalkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan. Akademisi, BAZNAS, perguruan tinggi, lembaga sosial seperti BenihBaik, dan sektor swasta dilibatkan dalam skema tersebut.

Kolaborasi terutama diarahkan untuk membantu masyarakat miskin yang membutuhkan biaya pengobatan maupun transportasi medis. Dukungan itu menyasar kasus khusus dan kondisi darurat yang tidak dapat diakomodasi melalui BPJS Kesehatan.

Pada tingkat fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas pelayanan juga didorong melalui penguatan pendapatan nonkapitasi pada RSUD dan Puskesmas berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah tersebut antara lain dilakukan dengan mengoptimalkan klaim pelayanan laboratorium, menambah kapasitas unit hemodialisis atau layanan cuci darah, serta menjajaki pembukaan kelas eksekutif di rumah sakit.

“Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi klaim layanan laboratorium, penambahan kapasitas unit Hemodialisis (cuci darah), hingga penjajakan pembukaan kelas eksekutif di rumah sakit guna menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan responsif.” papar Kepala Dinas Kesehatan, Ismono dimana hasil dari peningkatan pendapatan ini nantinya dimanfaatkan untuk melengkapi alkes, memperbaiki sarana prasarana, hingga merekrut tenaga pendukung operasional.

Selain sarana dan pembiayaan, pemerataan tenaga medis menjadi perhatian Pemkab Gunungkidul. Dokter spesialis yang menempuh pendidikan dengan dukungan rekomendasi dan fasilitas pemerintah daerah diminta memiliki komitmen untuk kembali memberikan pelayanan di daerah.

Redistribusi dokter spesialis antar-fasilitas kesehatan juga direncanakan untuk mencegah ketimpangan ketersediaan tenaga medis. Penataan antara lain akan dilakukan pada tenaga spesialis di RSUD Wonosari dan RSUD Saptosari.

Perbaikan layanan turut diarahkan pada kesejahteraan tenaga kesehatan dan penyelarasan regulasi perizinan prasarana kesehatan. Dengan langkah tersebut, Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) diharapkan memiliki kesiapan sarana dan sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

OJK Perketat Transparansi Pinjaman Online

13 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK Perketat Transparansi P...
Nasional
436 Prajurit TNI AU Resmi j...
Daerah
Buron Kasus Pembunuhan Suha...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.