Strava Buka Program Riset untuk Mahasiswa dan Peneliti di Bidang Transportasi Aktif
Selasa, 15 Sep 2026, 18:12 WIBJAKARTA â Platform aktivitas fisik Strava kembali membuka program bagi mahasiswa dan peneliti akademik yang ingin memanfaatkan data mobilitas untuk mendukung pengembangan infrastruktur pejalan kaki dan pesepeda. Program Strava Metro for Academic Researchers memasuki tahun ketiga sejak pertama kali diluncurkan pada 2024.
Program tersebut memberikan akses gratis kepada mitra yang memenuhi persyaratan untuk menggunakan data agregat dan anonim mengenai aktivitas berjalan kaki dan bersepeda yang tercatat di platform Strava. Data itu dapat digunakan untuk mendukung penelitian mengenai pola mobilitas serta pengembangan transportasi aktif di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
âPendaftaran program tahun ini dibuka hingga 24 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh akses ke platform Strava Metro selama satu tahun,â tulis Strava dalam keterangannya pada Kamis (10/9).
Strava menyebut data Metro selama ini telah digunakan lebih dari 4.500 perencana kota, lembaga pemerintah, dan pengambil keputusan di bidang infrastruktur di berbagai negara. Data tersebut digunakan untuk memahami pola perjalanan sehari-hari sekaligus menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan infrastruktur untuk pejalan kaki dan pesepeda.
Menurut Strava, kemitraan dengan berbagai organisasi tersebut telah berkontribusi terhadap proyek yang berdampak pada hampir 1 miliar orang di seluruh dunia. Melalui program akademik, perusahaan ingin memperluas pemanfaatan data tersebut ke lingkungan penelitian dan pendidikan.
Sejak program diluncurkan pada 2024, mahasiswa dan peneliti dari berbagai institusi akademik telah memanfaatkan Strava Metro dalam proyek yang berkaitan dengan transportasi aktif. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai wilayah di Amerika Utara, Inggris Raya, Eropa, dan Asia-Pasifik.
Selain akses terhadap data, peserta yang terpilih akan memperoleh kesempatan untuk berkolaborasi dengan peneliti dari berbagai disiplin, termasuk bidang transportasi, perencanaan kota, ilmu lingkungan, dan kesehatan masyarakat.
Strava juga menyediakan dukungan dari tim Metro melalui pelatihan daring dan pertemuan rutin selama program berlangsung. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu peserta mengembangkan proyek penelitian serta memanfaatkan data yang tersedia secara optimal.
Seluruh proposal yang masuk akan melalui proses evaluasi oleh komite Strava. Peserta yang diterima dalam angkatan 2026 dijadwalkan menerima pemberitahuan pada November 2026.
Program Strava Metro sendiri berfokus pada pemanfaatan data mobilitas untuk memahami bagaimana masyarakat menggunakan ruang kota dan jaringan transportasi aktif. Bagi peneliti, data aktivitas yang telah diagregasi dan dianonimkan dapat menjadi salah satu sumber untuk melihat pola pergerakan yang kemudian dikaitkan dengan kebutuhan infrastruktur.
Strava membuka pendaftaran program tersebut melalui kanal resmi Strava Metro hingga batas waktu yang telah ditentukan. Informasi mengenai persyaratan, mekanisme pendaftaran, dan program akademik tersedia melalui laman Strava Metro for Academic Researchers.
- Pesepeda
- Pejalan Kaki
- teknologi
- Strava Metro
- Strava
- Mobilitas Perkotaan
- Penelitian Akademik
- Riset Transportasi
- Transportasi Aktif
- Infrastruktur Kota
- Data Mobilitas
- Perencanaan Kota
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Service Quality Award 2026 Kembali, Suara Pelanggan Jadi Tolok Ukur Kualitas Layanan
-
Semoga Menang, Susunan Pemain Indonesia Vs Singapura: Garuda Siapkan Kekuatan Terbaik
-
Buka Workshop PAUD, Pramono Incar Fondasi Jakarta Kota Global
-
Banjir yang Melanda Selama Empat Tahun di Sekitar TPA Cipayung Depok Akhirnya Surut
-
Magetan Optimalkan Ratusan Sumur Pompa untuk Irigasi Sawah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.