Sekjen PBB Tegaskan Demokrasi Bukan Sekadar Pemilu

Selasa, 15 Sep 2026, 17:57 WIB

NEW YORK – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menegaskan demokrasi bukan sekadar pelaksanaan pemilu. Ini merupakan praktik untuk memastikan hak asasi manusia, supremasi hukum, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sipil dan politik.

Pernyataan itu disampaikan Sekjen Guterres pada peringatan Hari Demokrasi Internasional, Selasa (15/9). Menurut dia, demokrasi menjadi semakin penting di tengah dunia yang menghadapi perpecahan dan konflik yang terus meningkat.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (tengah) — Sumber: Dokumentasi PBB/Eskinder Debebe

“Saat ini kita menghadapi dunia yang semakin terpecah,” ujar dia. “Konflik terus bertambah, kepercayaan semakin terkikis, kontrak sosial antara warga negara dan pemerintah semakin melemah,” imbuh dia.

Guterres menekankan demokrasi harus diwujudkan melalui dialog, kolaborasi, dan keterbukaan terhadap berbagai sudut pandang. Menurut dia, masyarakat sipil juga memiliki peran penting dalam proses tersebut.

“Demokrasi merupakan praktik sehari-hari untuk memastikan hak asasi manusia, supremasi hukum, dan partisipasi yang bermakna,” ujar dia. “Ini berlaku bagi seluruh masyarakat dalam kehidupan sipil dan politik.”

Pria asal Portugal itu juga menyoroti pentingnya proses demokrasi deliberatif, yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok dalam pengambilan keputusan. Menurut dia, hal tersebut dapat memperkuat kepercayaan dan membangun masyarakat yang lebih damai, inklusif, serta tangguh.

Guterres mengajak masyarakat dan pemerintah negara-negara di dunia untuk terus menjaga demokrasi melalui dialog dan kerja sama. “Setiap kali kita memilih dialog daripada perpecahan, serta kerja sama daripada konfrontasi, kita telah memperkuat demokrasi,” ucap dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.