Gempuran Pecah di Yaman, 40 Warga Sipil Tewas Tertelan Pusaran Konflik

Selasa, 15 Sep 2026, 18:33 WIB

JENEWA - Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) telah memverifikasi 40 korban sipil, termasuk delapan orang tewas, di Yaman sejak 1 September, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq, Senin (14/9).

“Jumlah korban sipil terus meningkat. Antara 1 September hingga hari ini, rekan-rekan kami di Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah memverifikasi 40 korban sipil, delapan orang tewas dan 32 lainnya terluka,” kata Haq dalam taklimat pers.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Haq menambahkan bahwa perempuan dan anak-anak menyumbang sekitar separuh dari korban tewas dan lebih dari separuh korban luka.

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil, menghormati hukum humaniter internasional, serta memfasilitasi akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan agar bantuan yang sangat dibutuhkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” kata Haq.

Sejak pertengahan Juli 2026, gerakan Ansar Allah, yang juga dikenal sebagai Houthi, terlibat pertempuran melawan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional di berbagai wilayah negara tersebut.

Intensitas pertempuran meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir di tengah serangkaian serangan cepat dan besar-besaran oleh kelompok tersebut yang menyebabkan mereka menguasai pesisir Laut Merah Yaman.

Pada Sabtu (12/9), pejabat senior Houthi Khuzam al-Assad mengatakan kepada RIA Novosti bahwa kelompoknya telah menguasai seluruh kota di dekat Selat Bab al-Mandab di Laut Merah, di pesisir barat Yaman. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.