BMKG Sebut Kabut Asap Masih Berpotensi Masuk Kepri Beberapa Hari ke Depan
Selasa, 15 Sep 2026, 14:59 WIBTANJUNGPINANG â Kepala BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menyebut kabut asap dari Kalimantan masih berpotensi masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari ke depan.Â
Menurutnya kondisi itu dipicu cuaca di Kepri didominasi cerah berawan dengan peluang hujan yang rendah, sehingga belum cukup membantu mengurangi kabut asap. Â
"Kalau posisi prediksi kita (BMKG) memang ada potensi hujan, tapi itu sangat lokal dan kondisinya ringan. Itu pun baru prakiraan kita," kata Kosasih di Tanjungpinang, Selasa (15/9).
Ia menyampaikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan masih berlangsung sampai saat ini, sementara angin dari arah tenggara hingga selatan dapat membawa asap menuju Kepri.Â
"Selama di Kalimantan kondisinya masih terbakar cukup masif, tetap akan berdampak ke Kepri," ucapnya. Â
BMKG turut mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan, dan selalu menggunakan masker ketika memang mengharuskan beraktivitas di luar ruangan/rumah. Â
Kemudian, mengecek kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan apabila mengalami sesak nafas akibat kabut asap. Lalu, menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan minum air putih yang cukup guna terhindar dari dehidrasi.
"Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat juga meningkatkan risiko kecelakaan, makanya tetap waspada dan kurangi kecepatan berkendara," ujar Kosasih.
Kabut asap pekat mulai menyelimuti beberapa wilayah Kepri, seperti Tanjungpinang dan Bintan sejak Senin (14/9). Dampaknya, kondisi udara mulai memburuk dan menjadi perhatian Pemkot Tanjungpinang.Â
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjungpinang Teguh Susanto juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker. Pemkot turut menerapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD, TK, SD, sampai SMP pada 15-18 September 2026.
"Indeks kualitas udara saat ini tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker," ujar Teguh.Â
Kabut asap di Tanjungpinang juga mulai terasa mengganggu aktivitas warga. Seorang warga Perumahan Kijang Kencana 3 Agung mengaku jarak pandang saat berkendara terganggu.
Ia juga menggunakan masker ketika bepergian dengan sepeda motor, karena kualitas udara dampak kabut asap berisiko mengganggu pernapasan.
"Kami berharap pemerintah ikut membantu warga menghadapi kondisi kabut asap, salah satunya dengan menyediakan masker gratis," kata Agung.
- Kabut Asap
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
-
Siap-Siap Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Sejumlah Kota Hari Senin
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari Selasa Ini
-
Dampak Kabut Asap, Pontianak Siapkan Faskes Hadapi Lonjakan Pasien
-
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Cerah Berawan pada Minggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.