63 Hektare Sawah di Tapin Gagal Panen akibat Kekurangan Air Saat Kemarau.
Selasa, 15 Sep 2026, 12:43 WIBTanaman padi 63 hektare di Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami gagal panen akibat kekurangan air selama kemarau beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Mohammad Triasmoro mengatakan, luas lahan terdampak tersebut masih merupakan data sementara, karena sebagian tanaman padi, terutama di Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS) dan Candi Laras Utara (CLU), belum memasuki masa panen.
"Sementara belum ada fokus, tapi kemungkinan masih ada lagi, terutama di daerah Candi Laras Utara dan Candi Laras Selatan, karena sebagian masih ada yang belum panen," ujarnya, di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tapin, kata dia, luas tanam padi hingga saat ini mencapai 43.169 hektare, sedangkan luas panen hingga Agustus baru mencapai 23.221 hektare atau sekitar 59 persen dari target panen.
Triasmoro menyebutkan, CLS dan CLU menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena masih terdapat tanaman padi yang berada di lahan dan belum dipanen ketika kondisi kekeringan berlangsung.
"Data sementara 63 hektare gagal panen tersebut tersebar di Kecamatan Binuang, Candi Laras Selatan dan Candi Laras Utara," tambahnya.
Namun, kondisi di Binuang relatif berbeda karena sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut telah memasuki masa panen sehingga potensi tambahan kerugian lebih banyak menjadi perhatian di CLS dan CLU.
Ia mengungkapkan, Dinas Pertanian Tapin masih memantau kondisi tanaman padi di sejumlah wilayah guna memutakhirkan data dampak kekeringan sekaligus mengetahui lahan yang berpotensi mengalami penurunan produksi.
"Kondisi ini menunjukkan kekeringan tidak hanya mengancam ketersediaan air bagi petani, tetapi juga berpotensi menekan hasil produksi padi Tapin," katanya.
Pemerintah daerah, ucap Triasmoro, mewaspadai potensi bertambahnya luas gagal panen apabila periode tanpa hujan berlangsung lebih panjang, terutama pada lahan yang tanaman padinya belum memasuki masa panen.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Sumbar Masih Berlakukan Status Transisi Darurat Pascabanjir Bandang
-
Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan
-
Art Toys Indonesia Curi Perhatian di Korea Selatan, Potensi Transaksi Tembus Rp17 Miliar
-
Gagal Panen Akibat El Nino? Kementan: Ada Asuransi Pertanian, Klaim Cair Rp6 Juta per Hektare
-
Fantastis! Mobil Listrik Pertama Ferrari Luce Terjual Rp708 Miliar di Rumah Lelang Sotheby's
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.