Tips Memotivasi Karyawan yang Bermasalah
Senin, 14 Sep 2026, 07:08 WIBPertanyaan:
Bu Rossa, saya baru enam bulan terakhir ini ditugaskan di departemen HRD. Sudah beberapa kali saya menghadapi karyawan yang bermasalah dalam pekerjaan. Perusahaan kami memang sedang naik daun, karyawan dituntut untuk bisa perform lebih baik sehingga beban kerja bertambah. Bagaimana solusi terbaik dan langkah-langkah untuk membantu karyawan dengan masalah burn out seperti ini Bu Rossa? Mohon advisnya Bu, terima kasih.
Jawaban:
Menghadapi karyawan yang sedang punya masalah butuh keseimbangan antara empati kemanusiaan dan batasan profesional. Pendekatannya bukan langsung menuntut hasil, melainkan membantu mereka menemukan pijakan kembali.
Beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan:
Ajak bicara secara privat (1-on-1):Â Jangan menegur di ruang terbuka. Pilih tempat yang santai dan buka obrolan dengan nada peduli, bukan menginterogasi. Misalnya:Â âSaya perhatikan akhir-akhir ini kamu kelihatan kewalahan, ada yang bisa saya bantu atau diskusikan?â
Dengarkan tanpa langsung menghakimi:Â Biarkan mereka bercerita sebatas kenyamanan mereka. Jangan memotong untuk membandingkan dengan masalah pribadi atau buru-buru memberi nasihat hidup. Cukup validasi perasaannya terlebih dahulu.
Petakan jenis masalahnya:
Masalah kerjaan (beban kerja, konflik rekan, bingung prioritas):Â Kamu punya kendali penuh untuk membantu menata ulang beban atau memediasi.
Masalah pribadi (keluarga, kesehatan, finansial):Â Jangan mencampuri ranah privat, fokuslah pada dampaknya ke pekerjaan dan tawarkan dukungan yang masuk akal dari sisi kantor.
Beri fleksibilitas sementara bila memungkinkan:Â Jika masalahnya berat, tawarkan cuti darurat, penyesuaian jam kerja, atau skema kerja fleksibel selama beberapa hari agar pikiran mereka lebih tenang.
Pecah target menjadi quick wins: Saat pikiran sedang penuh, target besar terasa mencekik. Kurangi ekspektasi jangka panjang untuk sementara waktu, lalu beri 2â3 tugas kecil yang jelas dan mudah diselesaikan agar kepercayaan diri mereka pulih bertahap.
Tegaskan batasan dan buat komitmen bersama:Â Dukungan bukan berarti membiarkan pekerjaan terbengkalai tanpa batas waktu. Sepakati target minimum yang harus tetap jalan, lalu jadwalkan evaluasi berkala untuk melihat perkembangannya.
Bila masalah yang dihadapi lebih disebabkan oleh beban kerja yang menumpuk, karyawan sering kali merasa buntu (burnout), bukan sekadar malas. Cara terbaik memotivasinya adalah dengan turun tangan merapikan alur kerja mereka secara sistematis.
Langkah konkret yang bisa kamu ambil:
Audit tugas bersama (time & task audit):Â Duduk berdua dan minta dia menuliskan semua pekerjaan yang sedang dipegang. Sering kali karyawan stres karena semua hal terasa mendesak di kepala, padahal tidak semuanya prioritas utama.
Terapkan eliminasi dan delegasi:
Pangkas (eliminate):Â Hapus tugas-tugas administratif yang tidak relevan atau laporan ganda yang buang-buang waktu.
Oper (delegate):Â Geser sebagian beban ke anggota tim lain yang kapasitasnya masih longgar.
Tunda (postpone):Â Mundurkan tenggat untuk proyek-proyek yang dampaknya jangka panjang.
Susun matriks prioritas yang tegas:Â Beri kepastian. Karyawan yang kewalahan butuh arahan jelas tentang apa nomor satu, dua, dan tiga. Tegaskan bahwa tugas di luar tiga hal itu boleh diabaikan dulu hari ini.
Batasi interupsi dan multitasking: Lindungi waktu fokusnya. Jika memungkinkan, bebaskan dia dari rapat yang tidak krusial selama beberapa hari agar bisa mencicil pekerjaan yang macet.
Apresiasi progres kecil secara langsung: Begitu dia berhasil menyelesaikan satu tugas besar yang tertunda, akui usahanya. Validasi bahwa langkahnya sudah kembali ke jalur yang benar untuk membangun kembali rasa percaya dirinya. hay
- SURAT BU ROSSA
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.