Bulu Tangkis Pemusatan latihan di Tokyo

Senin, 14 Sep 2026, 06:22 WIB

JAKARTA – Kontingen Indonesia mulai melakukan persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Tim bulu tangkis memilih berangkat lebih awal ke Jepang untuk memastikan para pemain memiliki waktu cukup beradaptasi sebelum memasuki persaingan sesungguhnya. Di sisi lain, cabang tenis harus menerima kenyataan kehilangan salah satu andalan setelah Janice Tjen dipastikan tidak dapat tampil di pesta olahraga Asia tersebut.

Tim bulu tangkis Indonesia bertolak menuju Jepang pada hari Sabtu (12/9). Setibanya di Negeri Sakura, para pemain tidak langsung menghadapi pertandingan, melainkan menjalani pemusatan latihan di Tokyo pada tanggal 13-17 September.

Ket. Foto: Para pemain tim bulu tangkis Indonesia setibanya di Tokyo, Minggu (13/9). Tim bulu tangkis Indonesia akan berlaga di Asian Games 2026, Aichi-Nagoya, Jepang, mulai 20 September. — Sumber: ANTARA/HO-PBSI

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi persiapan menghadapi Asian Games. Waktu tambahan di Jepang diharapkan membantu pemain menyesuaikan diri dengan perbedaan zona waktu, kondisi lingkungan, serta ritme aktivitas yang akan mereka jalani selama berada di Negeri Sakura.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian mengatakan, masa adaptasi tidak kalah penting dibandingkan latihan teknis. Tim ingin memastikan pemain memasuki arena Asian Games dalam kondisi fisik, mental, dan permainan yang optimal.

“Keberangkatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Asian Games, sekaligus memberikan waktu bagi para pemain untuk beradaptasi dengan kondisi di Jepang, termasuk perbedaan waktu, lingkungan, dan ritme aktivitas sebelum menjalani pemusatan latihan,” ujar Eng Hian.

Selama lima hari di Tokyo, tim akan mengasah berbagai aspek permainan. Teknik dan strategi menjadi menu utama, disertai peningkatan kebugaran, pengaturan beban latihan dan pemulihan, serta pematangan mental. Kekompakan tim juga mendapat perhatian agar para pemain mampu saling menopang ketika persaingan mulai memanas.

Sementara itu, harapan Indonesia di cabang tenis mendapat pukulan setelah Janice Tjen harus menepi dari Asian Games 2026. Petenis putri andalan tersebut tidak bisa memperkuat Merah Putih karena jadwal WTA 1000 Beijing bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games.

Janice menjelaskan, WTA telah memberikan keputusan akhir terkait permohonan pengecualian jadwal agar dirinya dapat tetap tampil di Aichi-Nagoya. Namun, permohonan tersebut tidak dikabulkan.

“Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwatidak dapat bertanding dalam Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA wajib di Beijing,” ujar Janice.

Keputusan itu tentu menjadi kehilangan bagi Indonesia. Janice memiliki rekam jejak kuat bersama Merah Putih. Pada Asian Games 2022 Hangzhou, dia meraih medali perunggu ganda putri bersama Aldila Sutjiadi.

Prestasinya berlanjut di SEA Games Thailand 2025. Janice menyumbangkan dua medali emas dari ganda putri bersama Aldila dan beregu putri, serta satu perunggu dari tunggal putri. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.