Kebakaran Kampung Adat Sade, BPBD Lombok Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat.

Senin, 14 Sep 2026, 11:23 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan status tanggap darurat penanganan bencana kebakaran rumah kampung Adat Sade di Desa Rambitan diperpanjang, untuk mendukung proses pemulihan pasca kebakaran.

"Tanggap darurat awalnya telah selesai pada 5 September, namun dari hasil kordinasi kami perpanjangan lagi hingga 19 September 2026 mendatang," Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Senin.

Ket. Foto: Kondisi kampung Adat Sade Lombok Tengah Provinsi NTB pasca kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026 di Lombok Tengah. — Sumber: Antara Foto

Ia mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat penanganan bencana kebakaran itu, untuk mendukung proses rekonstruksi yang telah dimulai. Sedangkan untuk bantuan logistik yang telah dikumpulkan, telah diserahkan kepada pemerintah desa atau kelompok masyarakat Sade.

"Logistik telah kami serahkan semua, untuk kebutuhan masyarakat masih cukup," katanya.

Ia mengatakan untuk sementara warga kampung Adat Sade masih mengungsikan di rumah khusus yang telah dibangun pemerintah yang di lokasi selatan Kantor Desa Rambitan sebanyak 40 unit.

Selain itu, warga ada yang tinggal di rumah keluarga dan pemerintah daerah juga menyiapkan tempat pengungsian di lokasi hotel SMK Pujut.

"Warga masih tinggal di tempat pengungsian," kata Ridwan.

Ia mengatakan proses rekonstruksi telah mulai dilakukan, dimana untuk tahap pertama mulai dibangun Masjid dan museum. Hal itu dilakukan untuk mendukung pemulihan warga Kampung Adat Sade dan kunjungan wisatawan.

"Warga berharap aktivitas di kampung Adat Sade segera kembali," kata Ridwan.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Rekonstruksi Kampung Adat Sade Lalu Moh Faozal mengatakan sejumlah fasilitas yang direncanakan untuk segera dibangun meliputi Masjid, museum, sekenem, serta toilet.

"Seluruh desain pembangunan tersebut saat ini disiapkan dengan bantuan Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram)," katanya.

Selain pembangunan fasilitas, pemerintah menyiapkan relokasi sementara warga untuk mendukung proses rekonstruksi rumah di kawasan Sade.

"Sejumlah 40 unit rumah yang dibangun pada 2018 di samping kantor desa telah disiapkan, meski kelayakannya masih akan dipastikan terlebih dahulu," katanya.

Terkait kebutuhan anggaran, Faozal mengatakan angka Rp30 miliar yang sebelumnya disampaikan Menteri Kebudayaan berawal dari perhitungan kerugian akibat kebakaran di kawasan Kampung Adat Sade.

"Pemerintah saat ini masih mematangkan kebutuhan pembangunan yang akan dibiayai melalui anggaran tersebut."

  • Kampung Adat Sade

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.