Awas Penipuan! KAI Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Pesan Tiket via Layanan Keuangan Digital

Senin, 14 Sep 2026, 14:44 WIB

BATANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat mewaspadai modus rekayasa sosial pemesanan tiket melalui layanan bertransaksi keuangan digital (Fitur PayLater).

"Kami berkomitmen memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat dalam bertransaksi digital. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat mewaspadai modus penipuan berkedok rekayasa sosial yang memanfaatkan fitur pembiayaan digital (PayLater) pada platform pihak ketiga/e-commerce," kata Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif di Batang, Jawa Tengah, Senin.

Ket. Foto: Seorang pengguna jasa layanan kereta api sedang menunjukkan layanan tiket KA melalui aplikasi resmi Access by KAI atau web kai.id. — Sumber: KAI Daop Semarang

Ia mengatakan bahwa modus tersebut murni menyasar manipulasi psikologis korban dan bukan merupakan kerentanan pada sistem pemesanan tiket kereta api.

Modus diawali ketika pelaku membujuk korban dengan dalih meminta tolong, menawarkan imbalan komisi, atau iming-iming keuntungan instan untuk memesankan tiket kereta api menggunakan limit PayLater akun pribadi milik korban.

"Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket (refund). Akibatnya, uang pengembalian dana pembatalan mengalir ke rekening pelaku sedangkan korban tetap dibebani kewajiban tagihan cicilan PayLater beserta bunganya," katanya.

Ia mengatakan seluruh sistem penjualan dan operasional tiket KAI saat ini beroperasi dengan standar keamanan tinggi dan terverifikasi secara ketat.

"Kami menegaskan bahwa infrastruktur transaksi dan sistem tiket KAI sepenuhnya aman. Modus ini murni merupakan rekayasa sosial di luar ekosistem operasional langsung KAI yang memanfaatkan kelalaian serta limit pembiayaan individu," katanya.

Ia menyarankan pelanggan untuk melakukan transaksi pemesanan secara mandiri melalui aplikasi resmi Access by KAI atau web kai.id guna menjamin keamanan, kepastian data dan kemudahan layanan secara menyeluruh.

Sebagai panduan bagi masyarakat agar terhindar dari modus penipuan serupa, kata dia, KAI Daop 4 Semarang membagikan panduan keamanan transaksi seperti pesan melalui kanal resmi KAI dengan mengutamakan pemesanan tiket langsung lewat aplikasi Access by KAI atau laman resmi booking.kai.id.

Selain itu, hindari membelikan tiket untuk orang asing atau jangan bersedia memesankan tiket bagi pihak yang tidak dikenal apalagi menggunakan akun finansial atau fasilitas cicilan/limit pinjaman pribadi, kendalikan akun dan data pribadi, serta simpan rekam jejak percakapan jika menemukan indikasi mencurigakan.

"Apabila masyarakat menemukan indikasi kecurangan atau menjadi korban dari tindak kejahatan digital ini segera melaporkan ke kepolisian terdekat, hubungi layanan bantuan konsumen penyedia platform terkait, serta dikonfirmasikan keabsahan tiket ke kanal resmi KAI," katanya.

  • Modus Penipuan Keuangan

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.